Loper Merangkap Wartawan Itu Kini Menjadi 'Salak Satu'

Loper Merangkap Wartawan Itu Kini Menjadi ‘Salak Satu’

  • Bagikan
WALI KOTA Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution saat acara Pengenalan Ilmu Jurnalistik yang dihelat oleh PWI Tabagsel di Aula Hotel Mega, Kota Padangsidimpuan, Selasa (16/11). Waspada/Ahmad Cerem Meha
WALI KOTA Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution saat acara Pengenalan Ilmu Jurnalistik yang dihelat oleh PWI Tabagsel di Aula Hotel Mega, Kota Padangsidimpuan, Selasa (16/11). Waspada/Ahmad Cerem Meha

TERIKNYA matahari, derasnya hujan tak menyurutkan langkah demi-langkah saban hari dilakoni oleh seorang anak kost pada era tahun 80-an dengan sepeda motor bututnya. 

Pria itu tak mengenal lelah mengantar koran dari pintu ke pintu perkantoran dan kedai kopi, meski keringat berderai di pipinya, tekadang tak disadarinya mengering dan memutih bagaikan garam dapur.

Demi Masa nama koran yang dijualnya, untuk menggapai cita-citanya di Padangsidimpuan saat itu, pria yang masih remaja dengan tinggi badan sekira 190 cm itu merupakan seorang anak desa perantau yang duduk di bangku SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) dari Tanah Mandailing tepatnya dari Kecamatan Siabu, Tapanuli Selatan kala itu, saat ini mekar menjadi Kabupaten Mandailing Natal.

Loper koran (pedagang koran) dilakoni Irsan saat itu, sambil lalu menjadi wartawan di koran Demi Masa, anak desa itu bernama lengkap, Irsan Efendi Nasution. Secuil kisah masa lalu Irsan Efendi Nasution yang dikisahkannya di podium acara Pengenalan Ilmu Jurnalistik yang dihelat oleh PWI Tabagsel di Aula Hotel Mega, Kota Padangsidimpuan, Selasa (16/11) Pukul 11:00 WIB.

Si anak desa dan loper koran itu kini telah menjadi Wali Kota Padangsidimpuan (‘Salak Satu’), Irsan Efendi Nasution SH sejak akhir September 2018 s/d 2023. “Saat saya masih SMEA, sambil lalu menjadi loper koran Demi Masa merangkap menjadi wartawan juga,”ungkap Irsan dengan lirih.

Fenomena menjadi wartawan itu sangatlah pelik, kata dia. Irsan mengajak kepada peserta workshop agar tidak menghindar ketika didatangi wartawan untuk mendapatkan informasi. 

Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution SH didampingi Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing, Kapolres AKBP Juli Prihatini, Kepala Bapeda M Jusar Nasution, Kajari diwakili Kasi Intelijen Sonang Simanjuntak membuka kegiatan workshop pendidikan dan sosialisasi UU No 40/1999 tentang pers dan kode etik jurnalistik yang dihadiri 4 Camat serta 42 Kepala Desa seluruh Kota Padangsidimpuan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua DKP PWI Provinsi Sumut M. Syahrir  dan jajaran, Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap.

Dalam sambutannya, Irsan menyampaikan Pemko Padangsidimpuan dan seluruh jajaran serta Forkompinda mengapresiasi kegiatan workshop pendidikan dan sosialisasi UU No 40/1999 tentang pers dan kode etik jurnalistik yang dilaksanakan oleh PWI Tabagsel bekerjasama dengan Pemko Padangsidimpuan kepada 42 kepala desa.

Menurut “Salak Satu”, ini merupakan wujud nyata sinergitas antara program di PWI dengan yang ada di Pemko Padangsidimpuan, yang tidak lain tujuannya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padangsidimpuan.

“Ini adalah sebagai bentuk wujud nyata, bahwa kita bisa bekerjasama dan bersinergi dalam berbagai hal dan berbagai macam bidang, dan keberadaan rekan-rekan wartawan dan rekan pers bukanlah sosok yang harus ditakuti, tetapi wartawan dan rekan pers ini adalah mitra kita, mitra Pemko Padangsidimpuan, untuk menjaga proses atau pelaksanaan pembangunan, pemerintahan harus sesuai koridor konstitusi yang ada,” kata Irsan

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Farianda Putra Sinik menyampaikan, kegiatan workshop yang dilaksanakan oleh PWI Tabagsel bekerjasama dengan Pemko Padangsidimpuan terhitung telah dilaksanakan beberapa kali, kegiatan ini juga menurutnya, menunjukkan sinergitas PWI dan Pemko Padangsidimpuan berjalan dengan baik.

“Perkembangan media massa saat ini sangat pesat sekali, dimana dunia web khususnya online sekarang ini sudah menggeser media cetak yang ada baik secara nasional maupun provinsi Sumut,” ujar Bang Nanda sapaan akrabnya Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik, karena ia masih mendengar kepala desa masih menjadi incaran oknum-oknum wartawan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kinerjanya di lapangan.

“Dan dalam kesempatan inilah bagaimana bapak dan ibu, bisa menanyakan langsung kepada narasumber, baik dari PWI Provinsi, maupun PWI Tabagsel, bagaimana menghadapi wartawan yang sebenarnya, “ujar Farianda. WASPADA/Ahmad Cerem Meha


  • Bagikan