LO Gugus Tugas BNPB Pusat Untuk Sumut Apresiasi Pemko Padangsidimpuan - Waspada

LO Gugus Tugas BNPB Pusat Untuk Sumut Apresiasi Pemko Padangsidimpuan

  • Bagikan
Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution (2 kanan) saat menerima kunjungan LO Gugus Tugas BNPB Pusat untuk Provinsi Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap (3 kanan), Kamis (5/8).Waspada/ist.
Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution (2 kanan) saat menerima kunjungan LO Gugus Tugas BNPB Pusat untuk Provinsi Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap (3 kanan), Kamis (5/8).Waspada/ist.

 

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Liaison Officer (LO) Gugus Tugas BNPB Pusat untuk Provinsi Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap mengapresiasi Pemko Padangsidimpuan dalam berbagai upaya yang telah dilakukan memutus penyebaran COVID-19.

“Terobosan yang telah dibuat oleh Wali Kota Irsan Efendi selaku Ketua Gugus Tugas Kota Padangsidimpuan dinilai cukup efektif”, kata LO Gugus Tugas Pusat untuk Sumut Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap saat bertemu dengan Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Kamis (5/8).

Dalam menerima kunjungan LO GugusTugas Pusat bersama Kaban Kesbangpol Sumut dan Kakan Satpol PP Provsu, Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution didampingi Sekdako Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe.

Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap menegaskan, melandainya kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Padangsidimpuan merupakan salah satu bukti bahwa terobosan yang dilakukan Pemko Padangsidimpuan dalam menangani pandemi COVID-19 tergolong efektif, padahal Kota Padangsidimpuan sempat berada di Zona Merah

“Adapun terobosan yang beliau lakukan ini antara lain melakukan operasi yustisi razia masker. Bila mana ada warga yang tidak menggunakan masker akan dilakukan swab antigen di posko-posko yang disediakan, sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga untuk senantiasa mengenakan masker”, ucap Darlan.

Langkah yang dilakukan dalam menangani kondisi pandemi saat ini, ungkapnya, dapat dijadikan sebagai role model di daerah lain dan Provinsi Sumatera Utara telah merencanakan akan melakukan hal serupa.

Terkait dengan kebutuhan vaksin di Kota Padangsidimpuan, Darlan meminta agar berkoordinasi dengan provinsi agar pemberian vaksin terhadap masyarakat tidak terkendala.

“Memang saat ini penyaluran vaksin terbanyak adalah Kota Medan karena kasus konfirmasi Covid dibsana masih tinggi, namun kita akan upayakan penyaluran vaksin di Kota Padangsidimpuan secepatnya”, ucap Darlan.

LO Gugus Tugas BNPB Pusat untuk Provinsi Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap (tengah) dan rombongan foto bersama dengan Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution (6 kanan), Kamis (5/8).Waspada/ist
LO Gugus Tugas BNPB Pusat untuk Provinsi Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap (tengah) dan rombongan foto bersama dengan Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution (6 kanan), Kamis (5/8).Waspada/ist

 

Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution menjelaskan, kondisi Padangsidimpuan pada bulan Juni dan Juli sempat berada pada kondisi yang mengkhawatirkan dengan meningkatnya konfirmasi kasus.

“Namun dengan terus melakukan testing, tracing, dan treatment juga melakukan pengetatan mobilitas masyarakat dengan melaksanakan PPKM dan operasi yustisi, grafik konfirmasi COVID-19 di Kota Padangsidimpuan terus menunjukkan penurunan”, ujar Wali Kota.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Padangsidimpuan, lanjut Irsan, telah melakukan pengendalian di hulu yakni pada tingkat Kelurahan/Desa karena penanganan di hulu ini efektif untuk menghindari lonjakan kasus Covid yang bisa melebihi kapasitas daya tampung di hilir yakni ruang rawat di RSUD Padangsidimpuan

“Kita ingin Kepala Desa hingga Kepala Dusun, bilamana ada warganya yang sakit untuk ikut melakukan pengendalian di daerah masing-masing, karena Kades maupun Kadus masih bagian dari aparatur pemerintah”, jelas Irsan Efendi Nasution.

Irsan Efendi Nasution mengungkapkan bahwa Kota Padangsidimpuan masih membutuhkan suplai vaksin mengingat saat ini antusiasme warga untuk divaksin cukup tinggi.

“Kita sudah tidak punya lagi untuk vaksin dosis pertama termasuk sekarang telah berjalan vaksinasi dosis kedua, namun jumlah vial yang dimiliki sekarang juga sudah menipis”, ungkapnya.(a39).

 

  • Bagikan