Waspada
Waspada » Lintas Barat Tapsel-Madina, Suguhkan Banyak Objek Wisata
Sumut Travel

Lintas Barat Tapsel-Madina, Suguhkan Banyak Objek Wisata

MELINTASI jalur Pantai Barat yang menghubungkan Batangtoru di Kab. Tapanuli Selatan dengan Natal di Kab. Mandailing Natal, tidak hanya memperpendek jarak tempuh. Tetapi juga memanjakan mata dengan suguhan panorama indah dan objek wisata alami.

Setelah Kementerian PU-PR membangun Jalan Lintas Barat Sumatera Utara, kawasan pinggir Samudera Indonesia ini ramai dikunjungi wisatawan. Libur akhir tahun 2019 atau Sabtu (28/12) kemarin, ratusan warga mengendari kereta, mobil, bus dan truk, mengunjungi banyak objek wisata di lintasan itu.

Dari Kota Sidimpuan atau Sibolga, wisatawan menuju Jembatan Tri Kora Batangtoru. Kemudian masuk ke simpang kebun PTPN 3, dan terus mengikuti jalan besar yang banyak rusakanya sampai ke Kelurahan Simataniari, Kec. Angkola Sangkunur.

Tiba di Kelurahan Rianiate yang berjarak sekitar 1,5 jam dari Batangtoru, ada objek wisata ikan keramat. Yakni ribuan ikan jurung yang konon ceritanya tidak boleh dimakan apalagi dimatikan. Apabila itu terjadi, maka pelakunya akan tiba-tiba sakit dan meninggal.

Pengunjung bisa masuk dari simpang pertama di kiri pemukiman warga. Namun lebih direkomendasi dari simpang terakhir di pangkal jembatan. Melintasi rabat beton selebar 2,5 meter, ikan keramat itu ada di sungai kecil samping masjid.

Banyak pedagang dan anak-anak yang menawarkan pellet ikan, kacang tanah dan jagung untuk ditabur ke ikan keramat dengan harga Rp5 ribu per bungkus. Tempat parkir sangat sempit, tetapi gratis.

Kembali beranjak melintasi Jalan Pantai Barat. Sekitar 30 menit dan tepat di jalur yang berada di puncak bukit, wisatawan dimanjakan hamparan Danau Siais yang dibentengi bukit cadas. Sangat rugi apabila tidak mengabadikannya dengan kamera.

Kemudian lanjutkan perjalanan di jalur hotmix mulus yang mengitari pinggiran Danau Siais. Wisatawan boleh singgah memanjakan mata atau mengabadikan berbagai momen dari titik mana sajapun.

Dari warung-warung beratap rumbia yang memiliki pondok terapung dan tambak ikan, lanjutkan perjalanan di jalur berkelok yang diapit danau dan bukit cadas. Sekitar 15 menit di sebelah kiri, ada air terjun Simatutung yang tingginya mencapai 100 meter. Pemkab Tapsel membangun empat kolam kecil di titik jatuhnya air.

Dari sana, terus telusuri jalan yang lebar, mulus, berkelok dan pada beberapa lokasi mengalami longsor hingga berbentuk jurang. Sepanjang jalan ada aliran Sungai Batangtoru yang tersambung ke Danau Siais, dan rawa-rawa yang ditumbuhi semak belukar.

Di perkampungan terakhir sebelum gapura batas Tapsel-Madina, ada simpang sebelah kanan di antara rumah penduduk. Jalurnya masih tanah, tapi itulah jalan menuju Desa Batu Mundam. Perkampungan pinggir pantai Samudera Indonesia yang berpasir putih, bersih, berombak besar, dan sekitar 300 meter di depannya ada Pulau Ilik. Di sana ada perahu sewa yang dipandu warga setempet untuk memancing ikan di laut.

Pengendara kereta bisa melanjutkan perjalanan menelusuri jalur papan yang dibangun menggunakan Dana Desa di rawa yang ditumbuhi bakau. Di ujungnya ada muara sungai dan untuk menyeberangkan kereta menggunakan perahu dikenakan tarif Rp15 ribu.

Pengendara mobil atau bus dan truk, harus kembali melintasi jalur sebelumnya. Tiba di simpang jalan besar, belok kanan dan sekitar 2 jam kemudian tiba di Kampung Marait, Desa Sikapas, Kec. Muara Batang Gadis, Kab. Madina. Perjalana di jalur yang lebar dan mulus tidak akan membosankan, karena di kiri kananya tersaji panorama indah alami.

200 meter setelah tanjakan terakhir di ujung Kampung Marait, di kanan ada satu rumah papan yang disampingnya terdapat simpang dan pondok kecil. Itulah jalur dan pos pengutipan tiket masuk menuju Pantai Batu Badaun yang lagi viral di Tabagsel itu.

Melaju 5 menit di antara pohon kelapa sawit, wisatawan akan disibukkan mencari tempat parkir yang kosong. Banyak kendaraan berjejer di sana, para pemilik atau penumpangnya sedang memanjakan diri dengan berfoto-foto dan mandi di laut.

Di pinggir pantai samping muara sungai, ada batu yang menjulang. Di atasnya terdapat berbagai pohon dan salah satunya kelapa. Batu di bibir pantai Samudera Indonesia itu punya ‘lidah’ yang menjulur ke laut. Banyak wisatawan yang berebut naik dan foto di sana.

Ke arah kanan, tampak Pulau Ilik di depan Desa Batu Mundam. Juga samar-samar terlihat gundukan segi tiga di atas laut. Itulah Pulau Sitimpus, yang juga terpantau jelas dari pantai Pandan dan Sibolga. Ke arah kiri, laut luas dipenuhi gelombang ombak dan pohon cemara ng berjejer rapi memagari pinggiran pantai berpasir putih itu.

Dari Batu Badaun kembali ke jalur utama dan belok kanan. Sekitar 25 menit di jalur yang berpanorama laut, akan tiba di Singkuang ibukota Kec. Muara Batang Gadis. Berhati-hati memacu kendaraan di jalan lurus, karena kerbau dan kambing bisa melintas tiba-tiba.

Konon ceritanya, Singkuang adalah daratan Pulau Sumatera pertama disinggahi Laksamana Cheng Ho, panglima laut beragama Islam dari Cina. Kemudian menamai kawasan itu Sing Kwang atau tanah datar, namun seiring waktu berubah jadi Singkuang.

Di Pasar Singkuang atau di depan kantor Camat Muara Batang Toru, wisatawan bebas memilih dan belanja ikan segar, udang, kepiting, pari dan ada juga anak hiu. Kemudian dari sana berangkat mengambil jalur kanan, sekitar 30 menit akan tiba Desa Tabuyung yang pernah dua kali dilanda tsunami itu. Sekali saat tsunami Aceh dan sekali lagi tsunami Nias.

20 menit dari Pasar Tabuyung, sebelah kanan ada beton penanda di simpang Pantai Batu Rusa. Sekitar 50 sampai 500 meter dari pantai, ada jejeran batu karang di permukaan laut. Konon ceritanya, dahulu banyak rusa yang melintas dan beranak di karang paling besar.

Dari sana, ambil jalur kanan, dan sekitar 1 jam kemudian tiba di Natal. Selain panorama pantai, wisatawan bisa menikmati sajian berbagai jenis makan laut dengan harga murah. Makan dengan udang gulai dan ikan tenggiri bakar untuk 11 porsi, hanya Rp320 rupiah.

Pulang ke Sidimpuan atau Sibolga, disarankan kembali menempuh jalur awal. Sebab, jalur menuju Panyabungan sedang rusak dan banyak tebing yang longsor. Paling parah antara Simpang Gambir dengan Bangkelang.

Paling utamanya, wisatawan yang akan menjajal jalur ini, persiapkan kendaraan. Karena jalur ini didominasi hutan dan kebun, sehingga sulit menemukan bengkel. Untuk makanan dan minuman, bawa secukupnya saja, banyak warung dan rumah makan di sana.

Teks dan foto : Sukri Falah Harahap

Keterangan Gambar:

1.
DANAU Siais Tapsel danau terluas kedua di Sumatera Utara, dibentengi Bukit Barisan.

2.
ANAK sungai Kelurahan Rianiate, Tapsel, yang di dalamnya terdapat ribuan ikan keramat.

3.
AIR terjun Simatutung Tapsel yang ketinggiannya mencapai 100 meter.

4.
PANTAI Batu Mundam Madina, berpanorama indah, pasir putih, ombak besar dan Pulau Ilik di depannya.

5.
PANTAI Batu Badaun Madina, destinasi wisata utama yang viral di wilayah Tabagsel.

6.
PANTAI Batu Rusa di Desa Tabuyung Madina, miliki karang berbaris hingga 500 meter dari pantai.

7.
MENIKMATI matahari terbenam (sunset) di Pantai Natal Madina.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2