Waspada
Waspada » Libur Lebaran, Geosite Sipinsur Ditutup Sementara
Sumut

Libur Lebaran, Geosite Sipinsur Ditutup Sementara

 

DOLOKSANGGUL (Waspada): Menjelang libur lebaran, Panorama Geosite Sipinsur, di Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas),  akan ditutup sementara.

Penutupan Geosite Sipinsur yang dikelola Pemkab itu akan dimulai tanggal 06 Mei 2021 sampai dengan batas waktu yang ditentukan kemudian.

Selain Geosite Sipinsur, beberapa tempat wisata lainnya yang dikelola masyarakat, juga diminta ditutup dan akan kembali dibuka dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Hal tersebut guna mencegah penyebaran Covid di daerah itu.

Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pariwisata Humbahas, Jonny Gultom kepada Waspada, di ruang kerjanya, Selasa (4/5) mengatakan, bahwa penutupan sementara tempat wisata di Humbahas merujuk kebijakan pemerintah pusat dalam peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Penutupan tempat wisata itu dinilai menjadi alternatif dalam mencegah kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dijelaskan, penutupan Geosite Sipinsur itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) bupati Humbahas Nomor:  556/1192/Pariwisata/V/2021 tentang Pencegahan Covid-19 di Obyek Wisata Sipinsur.

Katanya, hasil vidcon kepala daerah dengan Kemendagri, diinstruksikan mulai 06 Mei 2021 tempat wisata akan ditutup.

Penutupan tempat wisata ini ditindaklanjuti melalui himbauan atau surat edaran bupati/walikota di daerah masing-masing.

Jonny menambahkan, penutupan sementara tempat wisata mengantisipasi alasan para pemudik untuk berlibur di tempat wisata.

“Jadi dengan adanya penutupan sementara tempat wisata, tidak ada lagi alasan para pemudik, wisatawan domestik dan mancanegara untuk bepergian ke tempat wisata. Kepada masyarakat pengelola tempat wisata akan dilakukan himbauan. Sebab pemerintah bertanggungjawab dalam pengendalian Covid yang masih mewabah,” ujarnya.

Terpisah, Korps Ulu Balang Garda Wisata Danau Toba Kab. Humbahas, Tohap Sihombing kepada Waspada mengaku mendukung kebijakan pemerintah menutup sementara tempat wisata di daerah itu.

Dia juga memaparkan, bahwa tempat wisata kerap mengundang kerumunan sehingga berpotensi dalam penyebaran Covid.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid, kita setuju dan mendukung kebijakan pemerintah. Sebab kebijakan tersebut untuk kenyamanan bersama dalam pencegahan penyebaran Covid,” ungkapnya.

Sementara itu, Tumpak Sihombing, pengelola tempat wisata Panoguan Solu, di Desa Parulohan, Kec. Lintongnihuta saat dikonfirmasi Waspada mengaku akan patuh dan tunduk atas kebijakan pemerintah.

Namun Tumpak berharap kebijakan tersebut berlaku sama kepada semua pengelola tempat wisata, tempat hiburan atau tempat yang mengundang kerumunan lainnya tanpa terkecuali.

“Jika alasan pemerintah menutup tempat wisata untuk pencegahan penyebaran Covid, kita minta ketegasan pemerintah tanpa pandang bulu.”

“Tempat hiburan lainnya atau tempat-tempat yang mengundang kerumunan agar turut ditutup. Karena upaya diatas akan sia-sia jika ketegasan ini berlaku sepihak kepada pengelola wisata,” pintanya.

Mantan anggota Polisi ini menguraikan, masa Pandemi hingga memasuki bulan suci Ramadhan, wisatawan lokal dan domestik dan mancanegara sangat berkurang jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Nah dimasa mandemi ini, pemerintah juga tidak boleh egois tanpa memikirkan nasib pengelola wisata, tandasnya. (cas)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2