Waspada
Waspada » Larangan Mudik Lebaran, Pelaku Pariwisata Di Simalungun Bingung
Sumut

Larangan Mudik Lebaran, Pelaku Pariwisata Di Simalungun Bingung

Hanya Boleh Dikunjungi Wisatawan Lokal

 

 

SIMALUNGUN (Waspada): Larangan mudik lebaran yang dikeluarkan pemerintah pusat membuat bingung dan kecewa para pelaku pariwisata diberbagai daerah, termasuk Kabupaten Simalungun yang banyak memiliki tempat-tempat wisata menarik.

Sekretaris PHRI Kabupaten Simalungun, Rahimal K Noor, mengatakan saat ini kondisi ekonomi masyarakat, perhotelan dan restauran terkhusus di kota wisata Parapat sangat memprihatinkan, karena kunjungan wisatawan sangat minim. Kondisi ini bakal semakin diperparah lagi sekaitan dengan adanya larangan mudik lebaran 2021.

Padahal, kata Rahimal, para pelaku wisata seperti pengelola hotel serta restauran berupaya melakukan yang terbaik mengikuti aturan atau protokol kesehatan untuk pencegahan peredaran Covid-19. Bahkan mereka juga sudah divaksin. Setiap hari mereka mengeluarkan biaya operasional yang tidak sedikit, padahal saat situasi pandemi ini pendapatan benar-benar minim sekali.

” Pada prinsipnya, kita sebagai warga negara yang baik harus patuh terhadap aturan. Hanya saja ketika peraturan dan aturan itu sifatnya ambigu, samar tidak mengena pada satu permasalahan ya tentu kita tidak bisa terima begitu saja. Artinya ketika diberlakukan yang namanya larangan mudik sangat-sangat berdampak kepada pariwisata,” ujar Rahimal kepada Waspada, Selasa (4/5) sore.

Menurutnya, larangan mudik lebaran membuat para pelaku wisata menjadi bingung. Ditengah kita berupaya meningkatkan kunjungan dengan mengedepankan protokol kesehatan, tiba-tiba semangat kita dipatahkan begitu saja dengan larangan mudik.

” Memang larangan kunjungan berwisata tidak ada. Tetapi yang saya katakan ambigu atau membingungkan, bagaimana petugas di bawah atau di lapangan tidak memiliki identifikasi orang yang berkendaraan atau dia mau mudik atau berwisata. Ini yang membingungkan,” jelas Rahimal.

Mirisnya lagi, ketika diberlakukan peraturan larangan mudik itu, mereka yang sempat booking hotel dua bulan atau tiga bulan sebelumnya pasti akan berdampak terhadap hotel-hotel di Parapat. ” Pihak hotel tidak tau mau menjawab apa,” ucap Rahimal, seraya mengatakan pihaknya akan mengundang Bupati dan Kapolres untuk membahas masalah ini. Mereka berharap, larangan mudik lebaran itu dapat ditinjau kembali.

Kondisi ini juga diakui, Manurung salah seorang manager di Hotel Niagara Parapat. Menurutnya, pihaknya hanya pasrah kepada aturan yang diberlakukan pemerintah. ” Kalau sudah seperti itu aturannya, kita mau bilang apa,” ucap Manurung singkat.

Sementara, menyikapi larangan mudik lebaran 2021, Pemkab Simalungun telah membuat pembatasan khusus untuk mencegah dan menyekat orang dari luar Simalungun untuk datang ke Simalungun dengan maksud mudik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengatakan Pemkab Simalungun sangat serius menyikapi larangan mudik untuk mencegah penyebaran covid 19. Secara khusus kepada ASN Pemkab Simalungun sudah dikeluarkan Surat Edaran (SE) tentang larangan mudik.

Termasuk terhadap kawasan wisata yang ada di Simalungun, telah dibuat pembatasan khusus yang diizinkan masuk hanya wisatawan lokal saja. Artinya, wisatawan yang berasal dari luar daerah Simalungun akan dicegah, atau tidak diizinkan masuk.

” Simalungun memiliki 6 titik lokasi penyekatan, untuk mencegah dan menyekat orang dari luar Simalungun untuk datang ke Simalungun dengan maksud mudik. Sedang untuk wisatawan, yang diizinkan masuk hanya wisatawan lokal (Simalungun) saja,” tandas Mixnon.(a27)…

Ket.gbr: Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora.(foto).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2