Waspada
Waspada » Kurir Dan Tukang Ojek Dituntut 20 Tahun Penjara Selundup 20 Kg Sabu
Sumut

Kurir Dan Tukang Ojek Dituntut 20 Tahun Penjara Selundup 20 Kg Sabu

Terdakwa kurir 20 Kg RH dan SB dituntut hukuman 20 tahun penjara, dikawal petugas saat keluar dari ruang sidang PN Kisaran. Waspada/Sapriadi
Terdakwa kurir 20 Kg RH dan SB dituntut hukuman 20 tahun penjara, dikawal petugas saat keluar dari ruang sidang PN Kisaran. Waspada/Sapriadi

KISARAN (Waspada): Seorang kurir dan tukang ojek dituntut penjara 20 tahun karena tuduhan melakukan penyeludupan sabu seberat 20 Kg.

Hal itu disampaikan JPU Kejari Kisaran Sabri Fitriansyah Marbun, dalam sidang lanjutan di PN Kisaran.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Ulina Marbun, didampingi Hakim Anggota Miduk Sinaga, dan  Nelly Andriani, Kisaran, Rabu (5/2) sore.

Terdakwa kasus ini RH, 33, warga Desa Bangun, Kec Tanjung Beringin, Kab Serdang Bedagai, dan rekannya tukang ojek, SB,39, warga Jln Lokja, Dusun X, Desa Suka Maju, Kec Tanjungtiram, Kab Batubara.

Menurut Sabri, berdasarkan fakta persidangan bahwa kedua tersangka terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat 2, jo pasal 132 ayat 1, UU RI No 35/2009, tentang Narkotika.

“Menuntut terdakwa RH, dan SB, dengan hukuman penjara selama 20 tahun masing-masing. Dengan denda Rp 1 Miliar, subsidier enam bulan penjara,” jelas Sabri.

Setelah membacakan tuntutan itu Hakim Persidangan Ulina Marbun, menunda sidang selama seminggu menunggu nota pembelaan tertulis terdakwa yang akan disampaikan penasehat hukum.

“Sidang kita tunda minggu depan, dengan agenda nota pembelaan,” jelas Ulina.

Penasehat Hukum Keberatan

Sedangkan Penasehat Hukum kedua terdakwa Zulfan Hartono Manurung, menuturkan keberatan atas tuntutan itu karena terlalu tinggi

Apalagi kepada SB, yang saat itu hanyalah tukang ojek yang digunakan jasanya untuk menjemput rekannya RH, untuk menjemput barang ke Tanjungbalai, dan akan membawanya ke wilayah Serdang Bedagai.

“Menurut hemat kami dan hasil fakta persidangan SB tidak bersalah, dia hanya tukang ojek yang disewa oleh RH,”jelas Zulfan.

Begitu juga tuntutan RH terlalu tinggi karena dia seorang kurir dan bukan pemilik barang (SS-red), kita akan sampaikan pembelaan nanti di sidang berikutnya

Zulfan menjelaskan, sebelumnya pada 28 Juli 2019 lalu, terdakwa RH mendapat telepon untuk menjemput sebuah tas di Tanjungbalai

Kemudian RH menghubungi SB untuk meminta tolong membawanya ke Tanjung Balai menggunakan sepeda motor sehingga si tukang ojek dituntut 20 Tahun

Namun saat di wilayah Bunut, Jalinsum Kisaran-Medan, mereka dihentikan sebuah mobil yang berisi personel Ditresnarkoba Polda Sumut

Kedua tersangka diperiksa dan menemukan tas berisikan 20 bungkus berisi SS dengan berat total 20 Kg.  “Kita akan berupaya meminta keringanan Hakim, karena tuntutan itu terlalu tinggi,” jelas Zulfan. (a10/a15/a31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2