Kubah Lava Lebih 2 Juta Meter Kubik Terbentuk Di Puncak Gunung Sinabung - Waspada
banner 325x300

Kubah Lava Lebih 2 Juta Meter Kubik Terbentuk Di Puncak Gunung Sinabung

  • Bagikan

TANAH KARO (Waspada): Bertumbuhnya kubah lava di puncak Sinabung yang diperkirakan sudah mencapai lebih dari 2 juta meter kubik, menjadikannya sebagai ancaman besar bila sewaktu-waktu terjadi guguran awan panas.
Berdasarkan pengalaman pengamatan, bila kubah lava terbentuk di puncak sebesar itu, maka daya jangkau luncurannya bakal mencapai 5 Km dari puncak.
Melihat kondisi letak kubah lava secara visual saat ini, jika terjadi guguran awan panas, maka arah luncurannya ke Timur-Selatan sejauh 5Km . Yakni Desa Suka Meriah dan Sigarang-garang.
Hal ini diungkapkan Pengamat Gunungapi Sinabung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (VPMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Armen Putra kepada Waspada, Kamis (17/12).
Selain guguran awan panas kata Armen Putra, potensi terjadinya erupsi juga sangat besar mengingat aktivitas Sinabung dengan suplai magma dari perut bumi saat ini cukup tinggi.
Meskipun sering terjadi guguran material vulkanik yang dipengaruhi oleh gempa-gempa seperti gempa Hybrid/Fase Banyak, gempa Vulkanik Dalam maupun gempa Tektonik dengan durasi bervariasi, tetapi suplai magma ke puncak lebih besar ketimbang yang berguguran.
Sehingga volume kubah lava terus bertambah. “Saat ini, memang kubah lava di puncak gunung belum dapat diukur dengan alat yang tersedia di Pos Pengamatan akibat puncak gunung tertutup kabut, tetapi berdasarkan pengalaman pengamatan, jumlahnya lebih dari 2 juta meter kubik,” sebut Armen.
Direkomendasikan agar masyarakat maupun wisatawan, tidak memasuki batas zona yang dilarang karena dapat membahayakan jiwa mereka dari jangkauan awan panas jika sewaktu-waktu terjadi guguran awan panas, walaupun Sinabung masih bersetatus level III (siaga), sebutnya.
Berdasarkan periode pengamatan pihak vulkanologi, terhadap gunung api Sinabung selama 18 jam, terhitung Kamis (17/12) mulai1pukul 00.00-18.00 yang dilansir melalui grup WhatsApp Laporan Sinabung, terjadi guguran material vulkanik sebanyak 81 kali, gempa low frekuensi 18 kali, gempa hembusan 1 kali durasi 17 detik gempa hybrid/fase banyak 3 kali berdurasi 9-16 detik, gempa vulkanik dalam 1 kali durasi 25 detik dan tektonik jauh 1 kali durasi 87 detik dan tektonik lokal 1 kali berdurasi 30 detik. Dan keterangan lain, terekam nois petir.
Relawan Pilar Sinabung Pelin Depari kepada Waspada mengatakan, berdasarkan ukuran volume kubah lava yang saat ini terbentuk di puncak gunung, perlu perhatian serius dari semua pihak.
Bagaimana cara memberikan pemahamam kepada masyarakat agar mengindahkan rekomendasi dari pihak vulkanologi supaya korban jiwa nihil.
Sebagai relawan, kami telah bekerja maksimal untuk meneruskan informasi dan rekomendasi dari vulkanologi, terlebih saat ini musim hujan.
“Maka, selain awan panas, perlu juga diwaspadai lahar dingin,” jelasnya. (a06)
Waspada/Panitra Nedy
Gunung api Sinabung dengan volume kubah lava lebih 2 juta meter kubik di puncak gunung, direkam Rabu (16/12) dari desa Sukanalu.

  • Bagikan