Waspada
Waspada » Kubah Lava Dua Juta Meter Kubik Di Puncak Gunung, Potensi Awan Panas Tinggi
Headlines Sumut

Kubah Lava Dua Juta Meter Kubik Di Puncak Gunung, Potensi Awan Panas Tinggi

Awan panas Sinabung saat terjadi guguran yang direkam dari wilayah Desa Naman Kec. Naman Teran. Kubah lava dua juta meter kubik di puncak gunung, potensi awan panas tinggi. Waspada/Ist
Awan panas Sinabung saat terjadi guguran yang direkam dari wilayah Desa Naman Kec. Naman Teran. Kubah lava dua juta meter kubik di puncak gunung, potensi awan panas tinggi. Waspada/Ist

TANAH KARO (Waspada) : Aktivitas gunung api Sinabung akhir-akhir ini, terus mengalami peningkatan yang menyebabkan volume kubah lava yang saat ini terbentuk di puncak gunung mencapai sekitar dua juta meter kubik.

Besarnya volume kubah lava, sangat berpotensi terjadinya awan panas guguran. Karena letaknya sangat labil, maka guguran akan dipengaruhi dari dua sisi. Yakni pergeseran atau pertambahan volume kubah lava dari dorongan magma dari perut bumi dan munculnya gempa-gempa kecil di sekitar gunung maupun gempa Low Frekwensi dan gempa Hybrid/Fase Banyak.

Hal ini disebutkan Pengamat Gunung Api Sinabung, Armen Putra kepada Waspada.id, Kamis (5/11) melalui telepon selulernya.

Sampai saat ini pihak pengamat gunung belum dapat mengukur volume kubah lava di puncak gunung dengan alat yang tersedia di kantor karena puncak selalu tertutup kabut. Namun berdasarkan secara visual yang dapat dilihat di saat-saat tertentu, ditaksir sudah mencapai dua juta meter kubik, katanya.

Besarnya volume ini, maka potensi terjadinya guguran awan panas sangat tinggi. Perlu diketahui kata Armen, tingkat kepanasan awan panas sekitar 700 derajat selsius dan kecepatan luncuran sekitar 100 Km/jam.

Meskipun status Sinabung masih berada pada level III (siaga) tapi tetap direkomendasikan jangan memasuki zona merah jika sayang terhadap nyawanya. Berdasarkan peristiwa awan panas yang pernah terjadi di Desa Suka Meriah Kec. Payung dan Desa Gamber Kec. Simpang Empat, hendaknya masyarakat selalu waspada, jelas Armen.

Komandan Relawan Pilar Sinabung (Larsi) Jeremia Bangun didampingi Pelin Depari kepada Waspada.id menyebutkan, dari dua kali peristiwa awan panas yang pernah terjadi dan merenggut nyawa manusia puluhan orang di Desa Suka Meriah Sabtu (1/2/2014) dan Desa Gamber, Sabtu (21/5/2016) perlu dicermati.

Saat awan panas menyapu warga di Desa Suka Meriah, terjadi korban jiwa 11 orang dan tiga orang korban yang sempat dirawat di rumah sakit akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan peristiwa awan panas di Desa Gamber yang menelan korban jiwa di tempat sebanyak 6 orang dan tiga lainya kritis, sempat dirawat di rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia.

Pengalamannya saat ikut mengevakuasi korban awan panas yang meninggal dunia di Desa Suka Meriah kata Jeremia, keseluruhan tubuh korban tidak terlihat luka, bahkan rambutnyapun tidak gosong. Namun korban awan panas yang sempat dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, sangat kesakitan dan menyebutkan badannya panas dan terus-menerus meminta minum.

Di saat mereka muntah-muntah, terlihat darah yang dimuntahkannya berubah warna dan mengental. Dari kejadian ini, seharusnya menjadi bahan pemikiran agar menyayangi nyawa kita masing-maing, tambahnya.

Warga lingkar Sinabung tidak bisa hanya memahamai karakteristik gunung api ini, tetapi harus menghindar dari ancamannya yang sangat besar. “Menyingkirlah dan patuhi rekomendasi Pengamat Sinabung”, jelasnya.

Laporan Pengamat Gunung Api Sinabung periode pengamatan dari pukul 06.00-12.00 yang dirilis pukul 12.12 tercatat dua kali terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 2000 meter mengarah ke Timur dan Tenggara.

Guguran bukan awan panas sejumlah 15 kali, Amplitudo : 3-72 mm, Durasi : 12-55 detik), Low Frekuensi 7 kali, Amplitudo : 2-3 mm, Durasi : 7-22 detik dan Hybrid/Fase Banyak berjumlah 22 kali, Amplitudo : 2-11 mm, S-P : 0 detik, durasi : 6-15 detik.

Namun sekitar pukul 13.47, terjadi lagi awan panas guguran sebanyak satu kali, dengan jarak luncur 1.500 meter, Amplitudo 110 mm berdurasi 154 detik.

Pantauan Waspada.id, warga yang bermukim di seputaran lingkar Sinabung, kesannya tidak terlihat khawatir walaupun situasi terjadi peningkatan aktivitas Sinabung saat ini, padahal volume kubah lava sekitar dua juta meter kubik di puncak gunung dan sewaktu-waktu bisa mengalami guguran. (a06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2