Waspada
Waspada » KPM PKH Mengundurkan Diri Layak Dicontoh
Ekonomi Sumut

KPM PKH Mengundurkan Diri Layak Dicontoh

KPM PKH Nirma Gultom, 36, warga Jl. Pisang, Kel. Pardamean, Kec. Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar (dua kiri), yang merupakan peserta PKH sejak tahun 2014, secara sukarela mengundurkan diri sebagai KPM PKH dan disampaikan kepada Pendamping PKH Kel. Pardamean dan Kordinator Kota Rabu (21/4). Waspada/Ist
KPM PKH Nirma Gultom, 36, warga Jl. Pisang, Kel. Pardamean, Kec. Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar (dua kiri), yang merupakan peserta PKH sejak tahun 2014, secara sukarela mengundurkan diri sebagai KPM PKH dan disampaikan kepada Pendamping PKH Kel. Pardamean dan Kordinator Kota Rabu (21/4). Waspada/Ist

 

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Di tengah-tengah sulitnya perekonomian, karena dampak Covid-19, ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengundurkan diri, layak dicontoh.

Seperti dilakukan KPM PKH Nirma Gultom, 36, warga Jl. Pisang, Kel. Pardamean, Kec. Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, yang merupakan peserta tahun 2014 justru mengundurkan diri (graduasi mandiri) PKH  secara sukarela  dan tanpa ada paksaan.

Nirma menyatakan bersyukur sudah bangkit dari kemiskinan, karena suaminya sudah bekerja dan sudah bisa mandiri dan diharapkan bisa memberikan kesempatan bagi orang yang masih di bawah perekonomiannya. Nirma juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Menurut Nirma, selama mendapat bantuan sosial, mereka selalu dibimbing dan diberikan motivasi dari pendamping untuk bangkit dan berusaha meningkatkan pendapatan.

Melihat kondisi Nirma saat ini, Pendamping dan Koordinator Kota (Korkot) Pematangsiantar Rudi Hartono menyempatkan waktu berkunjung ke rumah Nirma yang mengundurkan diri secara mandiri, untuk memberikan apresiasi.

Menurut Rudi, KPM yang mengundurkan diri itu dalam kondisi sulit saat ini, selama ini dibimbing dan dimotivasi untuk bangkit dan berusaha meningkatkan pendapatan, yang dilakukan Pendamping PKH Kel. Pardamean, Kec. Siantar Marihat, hingga benar-benar telah berhasil.

Rudi juga menyatakan tidak sia-sia usaha dari Pendamping PKH selama ini dalam melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan mengisi materi-materi dan informasi yang dapat menggugah hati dan perasaan kepada KPM PKH, hingga berani menyatakan diri keluar dari kepesertaan dan graduasi mandiri.

Ketua Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Pematangsiantar yang juga Kabid Sosial Dinas Sosial Risbon Sinaga, Jumat (23/4) menyatakan menyambut baik dan mengapresiasi serta berharap kepada seluruh peserta-peserta KPM PKH yang lain, jika memang kondisi ekonomi sudah baik dan mampu, bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan Nirma.

“Agar bantuan sosial Program PKH, benar benar tepat sasaran dan diharapkan kepada KPM, secara khusus PKH, agar bergiat meningkatkan taraf hidupnya dan jangan jadi malas (berleha leha), karena adanya bantuan sosial program PKH,” harap Risbon.

Menurut Risbon, bantuan dari pemerintah dalam hal ini Kemensos RI, bukanlah bantuan seumur hidup atau berupa warisan dan masih banyak lagi yang lebih layak menerima.

“Ada yang belum tersentuh bantuan sama sekali dari pemerintahan. Karena itu, kepada seluruh KPM PKH lain khususnya KPM PKH tahun 2014 haruslah menyatakan diri siap keluar dari kepesertaan PKH, jika ekonomi sudah mapan,” harap Risbon, didampingi Korkot PKH: Rudi Hartono dan Pendamping PKH Kelurahan.(a28/C).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2