Waspada
Waspada » KPK Sita Uang Dugaan Suap Dilakukan Bupati Labura
Headlines Sumut

KPK Sita Uang Dugaan Suap Dilakukan Bupati Labura

GEDUNG Merah Putih KPK, 1, Jl. Kuningan Persada No.Kav. 4, RT.1/RW.6, Guntur, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.KPK Sita Uang Dugaan Suap Dilakukan Bupati Labura. Waspada/Ist
GEDUNG Merah Putih KPK, 1, Jl. Kuningan Persada No.Kav. 4, RT.1/RW.6, Guntur, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.KPK Sita Uang Dugaan Suap Dilakukan Bupati Labura. Waspada/Ist

AEKKANOPAN (Waspada) : Tim Penyidik KPK kembali menyita uang dugaan suap yang dilakukan Bupati Labura (non aktif) inisial KSS atas pengurusan DAK APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labura.

Penyitaan uang terkait kasus dugaan TPK pengurusan DAK APBN-P 2017 dan APBN 2018 yang melibatkan tersangka PJH mantan Wabendum PPP tahun 2016-2019. Selain menyita uang, tim penyidik KPK juga menyita satu unit mobil yang diduga digunakan untuk keperluan tersangka KSS di Jakarta.

Namun Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui WhatsApp tidak menjelaskan jumlah uang dan jenis mobil yang disita oleh tim penyidik KPK. Ali Fikri hanya menyebutkan menyita uang dan satu unit mobil diduga berasal dari para pihak yang mendapatkan pekerjaan di Pemkab Labura.

“Tim Penyidik KPK dalam perkara ini kembali melakukan penyitaan barang bukti berupa sejumlah uang yang merupakan pengembalian atas penerimaan dari pihak terkait perkara ini dan 1 unit mobil yang diduga di gunakan untuk keperluan tersangka KSS di Jakarta. Pembelian mobil tersebut diduga berasal dari para pihak mendapat pekerjaan di Pemkab Labura,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri pada Waspada.id via WhatsApp, Jum’at (8/1) malam.

Ali menyebutkan, kasus dugaan TPK terkait pengurusan DAK APBN-P 2017 dan APBN 2018 Kabupaten Labura untuk penyelesaian pemberkasan perkara tersangka PJH pada, Kamis (7/1).

“Tim penyidik KPK memperpanjang masa penahanan PJH berdasarkan penetapan penahanan 30 hari pertama dari Ketua PN Jakarta Pusat. Penahanan terhitung sejak tanggal 7 Januari hingga 5 Februari 2021 di Rutan Polres Jakarta Timur,” jelas Ali.

Berita sebelumnya, penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan 3 orang saksi dan menyita satu unit mobil anak KSS Bupati Labura (non aktif) inisial EA anggota DPRD Provinsi Sumut.

KSS merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labura.

KSS ditahan KPK pada 10 November 2020 lalu, selanjutnya KPK menahan salah seorang pejabat Pemkab Labura inisial AMS yang merupakan Kepala Badan Pengelolaan Daerah. (c04)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2