Waspada
Waspada » Korban Pembunuhan Di Malaysia  Akan Dipulangkan Ke Asahan
Sumut

Korban Pembunuhan Di Malaysia  Akan Dipulangkan Ke Asahan

KISARAN (Waspada):Jenazah remaja putri korban pembunuhan di Malaysia akan dipulangkan ke Asahan via pesawat dengan transit di Jakarta, sehingga diharapkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak tergiur bekerja di luar negeri tanpa dokumen dengan mentaati aturan.

Kadis Kominfo Kab Asahan Rahmat Hidayat Siregar, didampingi Kabid Pemberitaan Arbin Tanjung, saat dikonfirmasi Waspada, Selasa (29/12) menuturkan, bahwa informasi yang dihimpun Disnaker Kab Asahan, menjelaskan bahwa jenazah itu akan diberangkatkan dari Malaysia pada 31 Desember 2020 dengan transit di Jakarta, kemudian lanjut ke bandara Kualanamu yang dijadwalkan akan tiba pada 1 Januari 2021.

“Selanjutnya Pemkab Asahan akan menjemput jenazah itu dan akan mengantarkan ke rumah duka,  Kec Simpangempat, Kab Asahan,” jelas Hidayat.

Hidayat juga mengatakan, bahwa korban masih berumur sekitar 15 tahun, bekerja di Malaysia, dengan menggunakan paspor pelancong, dan diduga menjadi korban pembunuhan. Sehingga korban tidak masuk daftar sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pemkab Asahan.

“Kita jangan bicara ke belakang lagi. Tentunya ini menjadi pelajaran, kita sangat berharap masyarakat yang tergiur kerja di luar negeri tanpa dokumen lengkap dan aturan, apalagi yang belum cukup umur,” jelas Hidayat.

Sedangkan pihak keluarga  Mariadi, saat dihubungi Waspada, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan pihak terkait atas pemulangan jenazah, dan berharap dipermudah, sehingga almarhumah bisa dikebumikan dengan cepat di kampung halaman.

“Terima kasih kepada pihak terkait yang telah peduli dan memulangkan jenazah almarhumah,” jelas Mariadi.

Mariadi, menjelaskan bahwa korban sudah di Malaysia sekitar 18 bulan, bersama kakaknya yang masih berumur 17 tahun dan bekerja di Malaysia. Rencananya mereka mau pulang, namun naas kejadian dugaan pembunuhan itu terjadi, dan pihak keluarga mengetahui pada 23 Desember 2020 di Klang, Selangor Malaysia. Sedangkan kakaknya masih berada di Malaysia bersama rekannya untuk menghilangkan trauma.

“Ini sangat memilukan, dan semoga proses pemulangan ini bisa cepat dilaksanakan.Kami juga memohon kakaknya juga bisa dipulangkan ke tanah air,” ungkap Mariadi.

Sementara ibu korban, menceritakan bahwa almarhumah bahwa anak kelima dari enam bersaudara yang sangat baik dan peduli dengan keluarga, dan selalu gemar menabung dari hasil kerjanya yang nantinya akan melanjutkan sekolah di Indonesia.

“Dia anak yang baik, dia ke Malaysia untuk mengumpulkan uang untuk bisa lanjut sekolah lagi dia ingin ustazah,” jelas ibu korban. (a19/a20)

Waspada/Sapriadi
Pihak keluarga Almarhumah remaja putri yang diduga dibunuh di Malaysia menunggu kepastian jenazah sampai di rumah duka Kec Simpangempat, Kab Asahan.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2