Waspada
Waspada » Korban Koordinasi Dengan Polisi, Pemeras Diringkus Polres Pematangsiantar
Sumut

Korban Koordinasi Dengan Polisi, Pemeras Diringkus Polres Pematangsiantar

Seorang pria, JPS, 20, diamankan Sat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar di dalam mobil di depan Suzuya, Jl. Sutomo, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, Senin (29/3) malam, setelah korban bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menjebak JPS yang diduga hendak melakukan pemerasan terhadap korban. Berbagai barang bukti turut disita dari JPS. Korban Koordinasi Dengan Polisi, Pemeras Diringkus Polres Pematangsiantar. Waspada/Edoard Sinaga
Seorang pria, JPS, 20, diamankan Sat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar di dalam mobil di depan Suzuya, Jl. Sutomo, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, Senin (29/3) malam, setelah korban bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menjebak JPS yang diduga hendak melakukan pemerasan terhadap korban. Berbagai barang bukti turut disita dari JPS. Korban Koordinasi Dengan Polisi, Pemeras Diringkus Polres Pematangsiantar. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Korban berkoordinasi dengan pihak kepolisian, hingga seorang pria, JPS, 20, wiraswasta, warga Kec. Siantar Timur yang diduga melakukan pemerasan terhadap korban dengan ancaman, diringkus Sat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar.

Sat Reskrim meringkus JPS dari dalam mobil di depan Suzuya, Jl. Sutomo, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, Senin (29/3) malam. Barang bukti berupa uang Rp 1.500.000, dua unit HP merek Vivo dan Realmi serta satu unit sepedamotor Honda Vario BK 2658 WAC turut disita dari JPS.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar melalui Kasubbag Humas AKP Rusdi Ahya dan Kasat Reskrim Edi Sukamto, Selasa (30/3) menyebutkan JPS diringkus setelah korban PTD, 18, warga Kec. Siantar Utara dan kedua orangtuanya berkoordinasi dengan personel Piket Sat Reskrim.

Korban berkoordinasi dengan pihak kepolisian setelah JPS mengirimkan pesan messenger kepada korban pada Senin (29/3) pukul 16:40. JPS mengirimkan pesan messenger kepada korban berisikan “oh dalam waktu dua jam ini, kau nggk ada kabar aku sebar semuanya di IG/FB dan aku posting juga ke Berita Viral Siantar, ingat aku tidak main-main!!!!”.

Selain itu, dalam pesan itu, JPS  ada mengirimkan screenshot potongan video korban dan JPS berkata “ok, selamat menikmati, smoga kamu besok menjadi trending topic.” Selanjutnya JPS berkata “kuhapus semua yang berkaitan tentangmu, berapa bisa kau kasih?” Korban saat itu menjawab “kau mau berapa?” dan JPS menjawab “3.000.000,- (tiga juta rupiah)” dan korban menjawab “ok.”

Selanjutnya, pukul 20:04, JPS kembali mengirimkan pesan melalui aplikasi WA dengan berkata “bentar aku cari rekening orang” dan korban berkata “uang cash aja mau.” JPS kembali berkata kepada korban “aku bisa hapus di depanmu, kita bisa main plus 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan korban menjawab “ya udah, dimana sekrang, kalau udah siap main, Hp aku minta sama kawan aku baru aku hapus di depan kamu, kau yang bayar hotel ya.”

Setelah berjanji bertemu dengan JPS di Jl. Kartini, korban berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan bersama dua personel Sat Reskrim menuju Jl. Kartini dengan mengenderai mobil Toyota Avanza, dimana satu personel Sat Reskrim menyamar sebagai supir grabcar dan satu di bangku belakang dengan posisi tiarap agar tidak diketahui JPS yang akan ditemui korban saat itu.

Sesampainya di depan Perguruan Taman Siswa, Jl. Kartini, korban dan personel Sat Reskrim menunggu di dalam mobil. Saat itu, JPS menggagalkan transaksinya dengan korban melalu WA, karena korban tidak mau menuruti perkatan JPS, dimana JPS menyuruh korban turun dari dalam mobil dan berjalan menjumpai JPS, padahal korban tidak mengenal dan tidak mengetahui dimana posisi JPS.

Selanjutnya, JPS menghubungi korban dan mengarahkan korban ke Taman Bunga, Jl. Merdeka, untuk bertemu. Sesampainya di depan Taman Bunga, JPS mendatangi korban dengan mengenderai sepedamotor Honda Vario BK 2856 WAJ dan menjumpai korban ke dalam mobil dan berkata, “tunggulah di depan Suzuya biar aku simpan sepedamotorku.”

Kemudian, korban menunggu JPS di dalam mobil di depan Suzuya, sampai akhirnya JPS datang dan bersama-sama masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, korban memberikan uang Rp 1.500.000,- kepada JPS dan JPS mengatakan kepada korban, “kenapa uang segini?” Korban menjawab, nanti akan diberikan sisanya setelah mereka keluar dari hotel.

Setelah JPS menerima uang yang diberikan korban, JPS segera diamankan dua personel Sat Reskrim yang menyamar sebagai supir grabcar dan yang bersembunyi di bangku belakang. Barang bukti turut disita dari JPS dan membawanya ke markas Sat Reskrim untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut Kasat Reskrim, setelah mengamankan JPS, korban telah membuat laporan resmi dan ditindaklanjuti dengan memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti dan melengkapi administrasi penyidikan.(a28/C).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2