Waspada
Waspada » Korban KDRT Oknum BC Belawan Minta Perlindungan Hukum
Sumut

Korban KDRT Oknum BC Belawan Minta Perlindungan Hukum

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Amalya Yowari br Barus, 27, warga Dusun I Bandar Baru Sibolangit, korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang dilakukan oknum Bea dan Cukai Belawan meminta perlindungan hukum agar kasus penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan suaminya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Karena setelah kasus penganiayaan itu dilaporkan ke Polsek Pancurbatu, Jumat (8/7) No.LP/169/V/2020/Restabes Medan/Sek Pc Batu dan pelaku ditangkap serta ditahan namun hingga saat ini proses hukum belum tuntas,” kata Amalya didampingi keluarganya U. Barus, Senin (20/7) di Medan.

Bahkan korban mengetahui pelaku TP, 27, ditangguhkan penahanannya tanpa ada persetujuan dari korban.

Kekecewaan korban sudah ditindaklanjuti dengan menyurati Kepala Bagian Pengawasan Penyidik Direskrim Umum Polda Sumut, Minggu (5/7).

Dalam surat tersebut dijelaskan, pelaku yang merupakan PNS di Bea dan Cukai Belawan telah melakukan penganiayaan secara berulang, karena tahun 2018 lalu juga pernah dilaporkan ke Polsek Helvetia namun karena pelaku minta maaf pengaduaan itu akhirnya dicabut.

Dalam surat itu juga dijelaskan, sejak pengaduan itu dicabut, korban kerap mengalami kekerasan dan ancaman perceraian. Hingga akhirnya korban mengalami kekerasan yang cukup parah pada bulan Mei lalu dan dilaporkan ke Polsek Pancurbatu.

Kekecewaan korban bertambah karena pelaku yang sudah ditahan namun diketahui ditangguhkan dan pernah datang ke rumah korban sehingga korban jadi trauma.

Korban berharap tidak ada permainan hukum terhadap kasus yang dialaminya. Karena pada peristiwa penganiayaan yang dialaminya mengakibatkan lecet dan lembam di sekujur tubuh dan hidung berdarah dan bahkan peristiwa itu terjadi ketika baru sembuh dari sakit dan masih dalam pemulihan.

Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu Iptu Syahril Siregar yang dikonfirmasi menjelaskan, kasusnya tetap diproses.

“Saat ini pihaknya masih menunggu dari Kejaksaan apakah berkas KDRT tersebut sudah lengkap (P21) apa belum,” katanya. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2