Waspada
Waspada » Komunitas Di Pematangsiantar Nyaris Tidak Dapat Perhatian Pemerintah
Headlines Sumut

Komunitas Di Pematangsiantar Nyaris Tidak Dapat Perhatian Pemerintah

Diskusi dengan tema “Membangun Kolaborasi Komunitas Dengan Pemerintah” di Patarias Coffee Shop, Jl. Sangnawaluh, Sabtu (28/11) malam, menghadirkan Calon Wali Kota Ir. Asner Silalahi, MT sebagai narasumber dan diharapkan bila terpilih sebagai wali kota dapat menjawab berbagai persoalan komunitas di Pematangsiantar yang nyaris tidak mendapat perhatian pemerintah. Waspada/Ist
Diskusi dengan tema “Membangun Kolaborasi Komunitas Dengan Pemerintah” di Patarias Coffee Shop, Jl. Sangnawaluh, Sabtu (28/11) malam, menghadirkan Calon Wali Kota Ir. Asner Silalahi, MT sebagai narasumber dan diharapkan bila terpilih sebagai wali kota dapat menjawab berbagai persoalan komunitas di Pematangsiantar yang nyaris tidak mendapat perhatian pemerintah. Waspada/Ist

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Berbagai komunitas di Kota Pematangsiantar seperti Komunitas Budaya, Seni dan Musik, Komunitas Kreatif, Sosial dan Pendidikan, Komunitas Arung Jeram, Karang Taruna dan Komunitas Peduli Anak serta lainnya, cukup banyak memiliki persoalan dan sudah bertahun-tahun nyaris tidak mendapat perhatian pemerintah.

Berbagai persoalan yang dihadapi berbagai komunitas yang umumnya dari kalangan anak-anak muda, diungkapkan saat berbagai komunitas berdiskusi dengan beberapa narasumber, diantaranya Calon Wali Kota Ir. Asner Silalahi, MT, didampingi pemuda kreatif Tumpak W Hutabarat, moderator Hotmatua H Silalahi dan pembawa acara Tommy Angelo dengan tema “Membangun Kolaborasi Komunitas Dengan Pemerintah” di Patarias Coffee Shop, Jl. Sangnawaluh, Sabtu (27/11) malam.

Berbagai komunitas yang hadir berharap banyak kepada Asner dan pasangannya Calon Wakil Wali Kota dr. Susanti Dewayani, SpA, dimana bila kelak menjadi kepala daerah, dapat menjawab berbagai persoalan komunitas. Berbagai komunitas juga menyampaikan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan, apa saja konsep kerja bila menjadi kepala daerah.

Pertanyaan yang diajukan antara lain, tentang langkah Asner dan Susanti mewujudkan Pematangsiantar ramah anak, bagaimana meningkatkan kepariwisataan, meningkatkan mutu pendidikan, menumbuhkan kreatifitas atau meningkatkan prestasi generasi muda, baik dari bidang olahraga, UMKM dan lainnya.

Menjawab berbagai pertanyaan komunitas seperti rencana kerja, Asner menegaskan, di tengah kemajuan teknologi, generasi muda merupakan generasi yang menentukan kemajuan daerah. “Namun, perlu wadah dan perhatian pemerintah. Bagi kemajuan pendidikan, sangat perlu diadakan perlombaan antar pelajar atau komunitas seperti lomba membuat robot.”

“Wadah bagi kemampuan lain dari anak muda, akan dibuka dan menjadi salah satu acara penting diperlombakan di setiap hari ulang tahun kota. Kelak, pesta ulang tahun kota, akan diadakan lebih kurang selama 10 hari. Kita pun, akan berusaha menjadikan Pematangsiantar tuan rumah PON 2024 bagi beberapa pertandingan olahraga. Sebagai kota nomor dua terbesar di Sumut, Pematangsiantar mempunyai potensi dan kita harus ngotot memperjuangkannya. Saya yakin bisa, karena PON itu bukan PON Medan, tapi Sumut,” sebut Asner.

Menurut Asner, mereka telah memprogramkan pelatihan dan pembinaan UMKM dan menambah geliat pariwisata serta beberapa fokus utama yakni menguatkan nilai budaya dan kuliner. “Semua informasi tentang keunggulan di kota ini, akan dibuat dalam bentuk brosur, kemudian dibagikan kepada warga yang datang dari Bandara Kuala Namu.”

Asner juga berjanji akan menjadikan sungai Bah Bolon sebagai objek yang menarik, baik dari kegiatan arung jeram dan penataannya. “Saya yakin program itu berjalan baik, karena pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR mempunyai anggaran ke sana. Tugas kami nanti, bagaimana melobi anggaran dari pusat itu bisa diperoleh sesuai program yang telah disusun.”

“Tak kalah penting, kami akan mencoba menelusuri keberadaan terowongan yang ada di Siantar Hotel hingga ke Pabrik Es yang ada di Jl. Jend. Sudirman. Terowongan bersejarah itu bisa didesain menjadi objek wisata bersejarah dan ditambah dengan adanya sentuhan baru seperti membuat rumah hantu,” sebut pensiunan ASN yang dulunya bekerja selama puluhan tahun di Kementerian PUPR, seraya menyatakan pentingnya menjaga cagar budaya, karena merawat bangunan bersejarah akan menambah objek wisata.

Sementara, Hotmatua H Silalahi mendorong semua komunitas untuk mengajukan pertanyaan seraya memberikan saran dan masukan kepada Asner. Karena keterbatasan waktu, Asner berjanji, bila kelak dipercaya menjjadi Wali Kota Pematangsiantar lewat pemungutan suara pada 9 Desember nanti, pertemuan rutin akan dilakukan dengan berbagai komunitas. Pertemuan itu nanti akan menjadi ajang diskusi, untuk memberi masukan, demi kemajuan kota.

Sedang Tumpak W Hutabarat berpesan kepada Asner agar membangun Pematangsiantar dengan tulus dan harus berani mengabaikan permintaan pihak manapun, jika hal itu menghambat semangat Asner dalam mewujudkan program pembangunan. Tumpak juga berpesan kepada istri Asner agar menjadi ibu wali kota yang mampu memajukan kota lewat PKK atau lainnya dan tak lupa berpesan agar semua janji yang disampaikan tidak diingkari.(a28/B).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2