Waspada
Waspada » KK Pembunuh WN Pakistan Terbit Sejak 2017
Sumut

KK Pembunuh WN Pakistan Terbit Sejak 2017

Kadis Dukcapil Kab Asahan Supriyanto saat memberikan keterangan terkait administrasi penerbitan KK dan e-KTP tersangka pembunuh satu keluarga asal Pakistan. Waspada/Sapriadi
Kadis Dukcapil Kab Asahan Supriyanto saat memberikan keterangan terkait administrasi penerbitan KK dan e-KTP tersangka pembunuh satu keluarga asal Pakistan. Waspada/Sapriadi

KISARAN (Waspada) : Kartu Keluarga (KK) Warga Negara (WN) Pakistan Muhammad Luqman Butt alias Husein Shah alias M.Firman, yang ditangkap Intelpol karena pembunuhan satu keluarga di negaranya terbit pada Desember 2017, dan hingga saat ini Dinas Dukcapil Asahan masih melakukan penelusuran data.

Kadis Dukcapil Kab Asahan Supriyanto, saat ditemui Waspada, di ruang kerjanya, Kamis (23/1), menuturkan penelusuran awal di riwayat datanya di sistem, diketahui KK WN Pakistan atas nama M. Firman terbit pada Desember 2017 dengan anggota keluarga tunggal, terdaftar di Kel Bunut Barat, Kec Kisaran Barat, Kab Asahan. Sedangkan E-KTP-nya terbit pada 2018.

“Sampai hari ini kita belum lihat KTP yang bersangkutan, karena yang kita lihat dari foto, tapi melihat awal NIK 1209, itu dipastikan dari Asahan,” jelas Supriyanto.

Menurut Supriyanto, normatifnya pengajuan pembuatan KK harus mengisi fromulir F-1.01 dan keterangan domisili dari desa/kelurahan tempat bersangkutan tinggal. Dengan dasar itu Dukcapil memasukkan datanya. Setelah KK keluar baru bisa terbit e-KTP.

Disinggung dengan adanya dugaan pemalsuan data, Supriyanto, belum bisa pastikan itu, karena pihaknya masih melakukan penelusuran data yang bersangkutan. “Di awal pengurusan KK-nya pertama ini masalahnya, sehingga kita masih melakukan penelusuran data,” jelas Supriyanto.

Ditanya berapa lama penelusuran data itu, Supriyanto belum bisa pastikan, karena masalah ini terjadi sejak tiga tahun lalu. “Kita akan tetap mencari data itu, data awal itu harus ada. Kalau ketemu akan kami kabari secepatnya,” jelas Supriyanto.

Sebelumnya, Lurah Bunut Barat Dedi Indra Purnawan, mengatakan bahwa M.Firman sudah mengajukan e-KTP sejak 2017, dengan membawa kartu keluarga, sehingga Kepling membawanya melakukan perekaman dan awal 2018 tersangka mendapat e-KTP.

“Dasar kepling membawanya rekaman e-KTP karena sudah mempunyai KK. Namun untuk proses pembuatan KK awalnya itu yang tidak kita tahu sampai sekarang,” jelas Dedi.

Menurutnya saat dilihat arsip kelurahan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk pembuatan KK. dan M.Firman sudah mempunyai KK yang belum jelas asal-usul pembuatannya. Setelah dia mempunyai e-KTP tidak lama M.Firman mau menikah, sehingga kelurahan mengeluarkan NA. “Tidak lama M.Firman mempunyai KTP,  dia akan menikah, sehingga kita keluarkan NA-nya,” jelas Dedi.

Masuk Jalur Laut

Berdasarkan informasi di Mapolda Sumut, Rabu (22/1), tersangka Muhammad Luqman Butt alias Husein Shah alias M Firman,34, pembunuhan satu keluarga di negaranya Pakistan, ditangkap petugas Tim NCB Interpol Div Hubinter dipimpin AKBP Yoga Priyahutama didampingi Kanit Buncil Subdit III/Jahtanras Poldasu Kompol Muhammad Firdaus dari rumah kontrakan Jalan Budi Utomo, Kelurahan Siumbut-umbut, Kec Kisaran Timur, Kab Asahan pada Selasa (21/1) sekitar pukul 12:00.

Tersangka disebutkan menghabisi satu keluarga di negaranya saat usianya 25, karena keluarganya terlebih dahulu dibunuh pihak korban. Setelah membunuh empat orang dalam sekeluarga itu, tersangka kabur dan selalu berpindah-pindah tempat.

Ia telah berada di Indonesia sejak dua tahun lalu, masuk melalui jalur laut naik boat kayu dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Dumai, hingga kemudian menikahi Evi Lili Midati warga Kisaran, Kab Asahan, pada 31 Desember 2018 di Balai Nikah KUA Kisaran Timur, Kab Asahan. “Mereka menetap di rumah kontrakan di Asahan itu sudah berlangsung lima bulan,” sebutnya.

Berdasarkan penggeledahan terhadap badan dan rumah didapati, KTP dan SIM A atas nama M Firman, buku nikah atas nama M Firman dengan Evi Lili Midati dan paspor atas nama Evi Lili Midati.

Kasubdit III/Jahtanras Poldasu Kompol Taryono R dikonfirmasi, mengakui pihaknya ikut melakukan penangkapan terhadap buronan tersebut di Kabupaten Asahan.

“Itu buronan Intelpol dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Pakistan. Kita ikut mendampingi penangkapan tersangka. Sedangkan proses hukum selanjutnya kita serahkan ke negara asalnya,” ujarnya, yang pernah menjabat Wakapolres Pelabuhan Belawan. (a15/a31/m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2