Waspada
Waspada » Kinerja Kementerian PUPR Menuai Sorotan
Headlines Sumut

Kinerja Kementerian PUPR Menuai Sorotan

DALAM gambar terlihat kerusakan ruas jalan semakin parah. Kinerja Kementerian PUPR menuai sorotan. Waspada/Asrirrais
DALAM gambar terlihat kerusakan ruas jalan semakin parah. Kinerja Kementerian PUPR menuai sorotan. Waspada/Asrirrais

P. BRANDAN (Waspada): Kinerja Kementerian PUPR menuai sorotan. Pasalnya, jalan negara di Kel. Tangkahandurian, Kec. Brandan Barat, Kab. Langkat, yang amblas awal tahun 2019 dan sudah beberapakali diperbaiki, tapi kembali amblas.

Akses jalan penghubung antar Provinsi Aceh dan Sumut ini berulang kali amblas, meski sudah beberapa kali dilakukan perbaikan. Hal ini membuat masyarakat kesal, termasuk salah seorang mantan anggota DPRD Langkat Kirana Sitepu.

“Saya sangat kecewa melihat kinerja pejabat PUPR, termasuk oknum kontraktor. Sudah cukup banyak uang negara terkuras untuk memperbaiki ruas jalan ini, tapi hasilnya tidak dapat bertahan lama. Proyek perbaikan selama ini terkesan asal jadi,” kata Kirana Sitepu, kepada Waspada.id, Rabu (25/11), menyesalkan kinerja Kementerian PUPR.

Dia meminta Kejatisu untuk mengusut proyek perbaikan ruas jalan negara ini, sebab sudah berulang kali diperbaiki, tapi masih tetap saja amblas. “Ini tentu ada yang tak susuai dengan standar teknis pengerjaannya,” kata Kirana.

Menurut Kirana, jalan ini sangat vital untuk mendukung kelancaran arus barang dan jasa bagi kedua provinsi. Karena itu, kerusakan jalan yang sudah hampir mencapai 2 tahun tentu sangat merugikan masyarakat, terutama pengusaha jasa angkutan.

Dia mengatakan, alangkah ironisnya, saat ini pemerintah pusat lagi gencar-gencarnya membangun infrastruktur jalan tol untuk mendorong percepatan ekonomi, akan tetapi jalan negara yang hampir dua tahun amblas tidak kunjung tuntas diperbaiki.

Pantauan Waspada.id, kondisi kerusakan jalan ini sudah semakin parah, ditandai permukaan jalan tampak semakin amblas beberapa puluh inci, bahkan ruas jalan terdapat keretakan yang memanjang. Lebih dari seperdua dari lebar jalan praktis sudah tidak dapat dilalui kenderaan.

Untuk melintasi ruas jalan ini, kenderaan terpaksa harus bergantian, sebab ruas jalan semakin menyempit akibat amblas yang kian melebar. Kondisi yang sudah akut ini tentu menghambat kelancaran arus lalulintas, bahkan menjadi sumber kemacetan.

Di seputar lokasi amblasnya jalan tampak alat berat berupa satu unit bulldozer dan satu unit bomag standby, namun belum melakukan aktivitas pekerjaan. Sejumlah pihak berharap, perbaikan kali ini benar-benar berkualitas, tidak seperti sebelumnya, belum lama selesai diperbaiki sudah amblas kembali. (a10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2