Waspada
Waspada » Ketua Panwascam Diduga Cabuli Ponakan Selama 8 Tahun
Headlines Sumut

Ketua Panwascam Diduga Cabuli Ponakan Selama 8 Tahun

Sahat Butarbutar mendampingi korban SB, 16, membuat laporan resmi atas kasus pencabulan di Unit PPA Polres Tobasa, Minggu (20/9). Ketua Panwascam Narumonda diduga cabuli ponakan selama 8 tahun.  Waspada/IST
Sahat Butarbutar mendampingi korban SB, 16, membuat laporan resmi atas kasus pencabulan di Unit PPA Polres Tobasa, Minggu (20/9). Ketua Panwascam Narumonda diduga cabuli ponakan selama 8 tahun.  Waspada/IST

TOBA (Waspada): Ketua Panwascam diduga cabuli ponakan selama 8 tahun. Ketua Panwascam di Toba, BT, 46, diduga cabuli ponakannya sendiri SB, 16. Aksi Ketua Panwascam diduga cabuli ponakan itu terbongkar pasca korban didampingi pengurus Punguan Butarbutar Wilayah Bonapasogit, Sahat Butarbutar membuat pengaduan resmi ke Unit PPA Polres Toba Samosir, Minggu (20/9).

Dalam keterangannya, SB mengaku sudah tinggal di rumah pelaku sejak berusia 8 tahun tepatnya kelas 2 SD. Pelaku merupakan Amangboru korban kandung. Pelecehan seksual dan pencabulan sudah dialami SB setahun setelah tinggal bersama keluarga pelaku, tepatnya saat korban duduk di bangku kelas 3 SD.

Modus pelaku sebelumnya menyuruh korban memijit badan pelaku. Diam diam pelaku mencabuli korban hingga melakukan persetubuhan lazimnya hubungan suami istri. Pelaku melakukan aksi bejatnya saat istri pelaku sedang tidak berada di rumah atau saat tertidur pulas.

Kepada Waspada, Sahat Butarbutar selaku pendamping menuturkan kronologi pencabulan yang dialami korban.
Korban mengaku terakhir kali melayani nafsu bejat pelaku pada hari Kamis (10/9).

“Selama ini si korban hanya bisa diam karena takut diusir oleh pelaku. Sebelumnya, korban dititipkan neneknya di rumah pelaku pasca kedua orangtuanya pisah dan dia tidak tau harus mengadu kepada siapa,” ujar Sahat menirukan pengakuan korban.

Selama ini, berdasarkan penuturan korban, pelaku kerap tidur terpisah dengan istrinya karena hampir tiap malam pulang dalam kondisi mulut berbau minuman keras. Sementara korban yang hanya tidur di dapur dan tidak di dalam kamar diduga menjadi sasaran empuk aksi bejat pelaku yang kerap tidur di kursi di ruang tamu.

Sebelum Melapor Korban Sempat Terlantar Di Medan

Tak tahan menjadi budak nafsu bejat BT selama 8 tahun, akhirnya si korban (SB) melarikan diri ke Medan. Dengan bermodal uang seadanya, SB berangkat menaiki bus KBT ke Medan pada Minggu (13/9) lalu. Tiba di Medan, SB tidak tahu hendak ke mana, dia terpaksa tidur di loket dan di emperan rumah warga.

Berbekal satu buah tas berisi pakaian seadanya, SB kerap ditanyai supir angkot tujuannya ke mana. Setelah seminggu di Medan, tepatnya Minggu (20/9) seorang sopir Angkot bermarga Butarbutar menyapa dan menanyakan korban hendak ke mana. Korban mengaku boru Butarbutar dari Kab. Toba datang ke Medan tanpa memiliki tujuan.

Merasa iba, si sopir lalu menghubungi salah seorang kenalannya personel Polres Toba Samosir bermarga Butarbutar juga. Setelah bercerita panjang lebar, dengan sigap, si so0pir Angkot lalu membawa pulang korban ke Porsea dan menghubungi pengurus Punguan Butarbutar Bonapasogit, Sahat Butarbutar

“Setelah kita ketemu dengan korban, akhirnya kita mendengar pengakuan pahit yang dialaminya. Lalu, kita bersepakat untuk melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Tobasa, Minggu (20/9) lalu,” tutur Sahat Butarbutar.

Harapannya, Polisi secepatnya memproses pengaduan ini dan sesegera mungkin melakukan penahanan terhadap pelaku.

“Sejujurnya, kami marga Butarbutar mengutuk keras kajadian ini. Kami meminta agar Polisi menangkap pelaku secepatnya dan memproses kasus ini seadil-adilnya,” imbuhnya.

Selain bekerja sebagai Ketua Panwascam, pelaku juga disebut berprofesi sebagai wartawan. Pelaku selama ini dikenal sebagai sosok yang baik dan bersahabat.

“Selama ini pelaku kita kenal sebagai sosok yang baik dan tidak menyangka melakukan tindakan bejat kepada keponakannya sendiri sampai 8 tahun lamanya. Kita berharap keadilan bagi korban dengan menghukum pelaku setingi-tingginya. Kami Punguan Butarbutar siap melindungi korban dan melakukan pendampingan hukum serta menyelesaikan pendidikan korban sampai tamat sekolah. Saat ini korban sekolah di salah satu SMU sederajat di Kabupaten Toba,” pungkas Sahat.

Kanit PPA Polres Toba Samosir, Aipda Idris Simangunsong ketika dikonfirmasi Waspada, Selasa (22/9) membenarkan adanya laporan pengaduan atas kasus pencabulan ini. Kini pihaknya sedang mendalami kasus ini dan akan secepatnya melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku.

“Saat ini pengaduannya sedang kita tangani, secepatnya akan kita lakukan pemanggilan terhadap diduga pelaku,” tegasnya. (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2