Keterangan Terkini Situasi SMGP Pasca Kebocoran Sumur

  • Bagikan

MADINA (Waspada) – Peristiwa well kick di pad T perusahaan pembangkit listrik tenaga panasbumi PT SMGP pada Minggu 24 April 2022 kemarin menyebabkan 21 orang warga Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Madina dilarikan ke rumah sakit umum Panyabungan

Hal ini dibenarkan pihak rumah sakit umum Panyabungan Batara Guru kepada wartawan bahwa pihak RSUD sudah mengizinkan 21 orang pulang pada hari Selasa 26 April 2022

“Hari ini seluruh pasien sudah diizinkan pulang dan kondisi kesehatan stabil, Sedangkan keluhan kesehatannya hampir sama semua, seperti muntah, pusing, dan sakit tenggorokan,” jelasnya

Sementara itu tim komunikasi corporate PT SMGP Yani kepada wartawan, Rabu, (28/04), mengatakan SMGP berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan kepada masyarakat termasuk memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Penanganan dan pengamanan sumur T-12 terus dilanjutkan untuk memastikan sumur benar-benar dalam keadaan aman dan menghilangkan potensi well kick.

“Untuk itu, SMGP mohon bantuan dan dukungan dari Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk memberi kami waktu dalam melakukan penanganan lanjutan untuk keamanan masyarakat, pekerja serta lingkungan,” harapnya.

Untuk sementara, SMGP menghentikan kegiatan pengeboran dan uji alir sumur. Saat ini, tim Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM bekerja sama dengan tim SMGP dan Polda Sumatera Utara sedang melakukan investigasi untuk mencari penyebab utama dari well kick.

Yani menambahkan, SMGP akan selalu mengutamakan keselamatan warga dan pekerja. Terkait dampak langsung akibat dari semburan lumpur, SMGP bertanggung jawab dan terus melakukan langkah-langkah penanggulangan dengan bekerja sama dengan masyarakat.

SMGP sangat menghargai dan berterima kasih atas dukungan semua pihak antara lain warga desa dan pemerintah termasuk pihak kepolisian dalam menanggulangi dampak kejadian tersebut.

“Di sisi lain, perusahaan SMGP juga menyesalkan insiden pemukulan dan penjarahan oleh oknum warga yang terjadi tanggal 24 April 2022 di lokasi proyek kami yang membahayakan pekerja kami, dan berdampak pada jadwal operasi komersial yang telah ditetapkan. Karena itu SMGP mengecam segala tindakan dan perilaku kekerasan tersebut,” tambahnya.

SMGP berharap agar warga sekitar tetap tenang dan terus bekerja sama dalam menciptakan suasana yang kondusif. (Cah)

Keterangan foto : Lokasi PT SMGP desa Sibanggor. Waspada/Doc

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *