Waspada
Waspada » Kesal Dipandangangi Saat Isi BBM, Empat Pria Keroyok MS
Sumut

Kesal Dipandangangi Saat Isi BBM, Empat Pria Keroyok MS

Keempat pelaku pengeroyokan terhadap MS setelah diamankan Satreskrim Polres Tobasa, Sabtu (21/3). Waspada/Ist
Keempat pelaku pengeroyokan terhadap MS setelah diamankan Satreskrim Polres Tobasa, Sabtu (21/3). Waspada/Ist

TOBA (Waspada) : Empat pria dewasa melakukan pengeroyokan terhadap MS,17, warga Jl. Aek na Manis, Desa Parparean II, Kec. Porsea di depan Indomaret Porsea, Kec. Porsea Kab. Toba, Sabtu (21/3) sekira pukul 00.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Tobasa AKP. Nelson Sipahutar mengatakan, pihaknya, pada Sabtu (21/3) sekira pukul 12.30 wib melakukan penangkapan terhadap empat orang laki-laki yang diduga sebagai pelaku tindak pidana secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang berdasarkan LP /100/III/2020/SU/TBS, tgl 21 Maret 2020 atas laporan pengaduan Feronika Fatmawati Manik,40, orangtua korban. Keempat diduga pelaku pengeroyokan tersebut adalah RD(27), DDA (20), RAD (21) dan RN(27).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap kronologi peristiwa pengeroyokan terhadap MS hanya karena hal sepele.

“Awalnya, MS memadangi pelaku saat mengisi minyak di Pom Bensin Porsea, karena kesal dipandangi korban, keempat pelaku menemui korban tepat di depan Indomaret Porsea dan memukuli korban.

Akibatnya, korban MS mengalami luka lebam di bagian mata kiri, bibir luka dan punggung sebelah kiri terasa sakit,” tefang Nelson.

Menindak lanjuti laporan ibu korban, Sat Reskrim Polres Tobasa langsung melakukan penangkapan.

“Saat dilakukan penangkapan, salah seorang pelaku pelaku atas nama RD sedang berada di Rumahnya di Janji Maria, Desa Parparean 3, Kec. Porsea, Kab. Tobasa.

Berdasarkan pengembangan atas keterangan RD, kita kembali menangkap tiga orang diduga pelaku lainnya yakni DDA, RAD dan RN,”kata Nelson. Keempat pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Tobasa guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Kepada keempat tersangka dikenakan Pasal 170 ayat 1 KUHPidana subsider pasal 80 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara,” tegas Nelson. (crg)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2