Keripik Kulit Ikan Nila Diharapkan Jadi Cemilan Khas Danau Toba

  • Bagikan

SIMALUNGUN (Waspada): Berawal dari inisiatif PT STP (Suri Tani Pemuka) melalui program Pembinaan UMKM TOBA TILAPIA, para anggota PKK Simalungun diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan bagian dari ikan nila yang dapat bernilai ekonomi. 

Dalam program ini, PT STP berperan sebagai fasilitator awal, dengan memberikan peralatan memasak, menyediakan kulit ikan, memberikan pelatihan cara memasak berikut resep untuk membuat kerupuk kulit ikan, serta pelatihan dan pendampingan untuk memasarkan produk.

Sejak dilakukan pembinaan oleh PT STP pada  Oktober 2021 lalu, anggota PKK Simalungun saat ini telah berhasil meningkatkan kwalitas SDM-nya dan kini mereka sudah mulai memasarkan lebih dari 250 bungkus kerupuk kulit ikan yang diberi nama TABO Tilapia Skin. Kerupuk kulit ikan produk hasil olahan anggota PKK Simalungun, kini mulai dipasarkan di lokasi-lokasi wisata, warung dan restoran di kawasan Danau Toba Simalungun dan sekitarnya.  

“ Setiap Jumat dan Sabtu, kami berkumpul di rumah saya dan mendapatkan pelatihan cara membuat kerupuk dari kulit ikan nila. Dari mulai cara membersihkan, mengeringkan, membumbui hingga cara menggoreng yang membuat kulit ikan menjadi renyah,” ujar ibu Demi Krista Sidauruk, anggota PKK Simalungun, yang merupakan warga Dusun II Huta Bolon Nagori, Pematang Tambun Raya, Rabu (1/12).

” Kami berharap, produk TABO Tilapia Skin olahan ibu-ibu di daerah ini dapat disukai oleh para wisatawan yang datang ke Danau Toba. Ke depannya, kami juga ingin kerupuk kulit ikan buatan kami dapat menjadi ciri khas Danau Toba yang bisa dikenal masyarakat se-Indonesia bahkan dunia,” tambah ibu Demi.

Sementara, Imam Santoso, Deputy Head of Tilapia Operation PT STP menyampaikan, pihaknya melakukan pembinaan kepada warga khsususnya kaum ibu merupakan bentuk komitmen STP dalam merangkul masyarakat untuk dapat mengembangkan diri.

” Terlebih, dengan dicanangkannya Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), masyarakat setempat harus dapat mandiri dan berdaya saing di industri pariwisata,” tandas Imam.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan penetapan DPSP untuk Danau Toba, tentunya potensi kunjungan wisatawan di masa yang akan datang akan semakin meningkat. Para wisatawan ini merupakan potensi yang baik untuk para anggota PKK memasarkan produk kerupuk kulit ikan hasil olahannya. 

” Selain mendapatkan manfaat ekonomi untuk membantu penghidupan keluarga, para anggota PKK ini juga turut memperkenalkan produk asli setempat melalui olahan kulit tilapia yang dapat menjadi buah tangan bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerahnya,” ujar Imam Santoso.(a27)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *