Waspada
Waspada » Kemenag Diminta Evaluasi Kebijakan Penundaan Pemberangkatan Haji 
Headlines Sumut

Kemenag Diminta Evaluasi Kebijakan Penundaan Pemberangkatan Haji 

Ketua Fraksi Gabungan F-PPI DPRD Deliserdang, Misnan Al Jawi. Waspada/Ist
Ketua Fraksi Gabungan F-PPI DPRD Deliserdang, Misnan Al Jawi. Waspada/Ist

DELISERDANG (Waspada): Ketua Fraksi Gabungan Partai Persatuan Pembangunan Indonesia (F-PPI) DPRD Deliserdang, Misnan Al Jawi meminta Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk mengevaluasi ulang tentang kebijakan pembatalan atau penundaan pemberangkatan jamaah haji tahun 2020.

“Jadi kita minta Kemenag untuk mengevaluasi ulang tentang kebijakannya dalam pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 2020 yang sudah diumumkan, Selasa, 2 Juni 2020, karena kita menganggapnya terburu-buru dalam mengambil keputusan pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun 2020 M/1441 H,” kata Misnan Kamis (4/6).

Misnan menanggapi pembatalan atau penundaan jamaah haji khususnya di Kabupaten Deliserdang. Di mana Misnan mengaku, bahwasanya banyak masyarakat Deliserdang yang ia tampung aspirasinya merasa kecewa adanya kebijakan ditunda keberangkatan haji ke Arab Saudi.

Tunggu Keputusan Arab Saudi

“Seharusnya Kemenag menunggu dulu keputusan dari pemerintah Arab Saudi tentang pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Jika memang permerintah Arab Saudi tidak membuka pelaksanaan ibadah haji tahun ini, baru bisa Kemenag mengambil keputusan untuk pembatalan pemberangkatan jamaah haji,” ujarnya.

“Tapi jika pemerintah Arab Saudi membuka atau menerima jamaah haji, maka akan banyak jamaah haji di seluruh Indonesia yang merasa kecewa karena tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Oleh karena itu, perlu dievaluasi ulang sembari menunggu pengumuman dari pemerintah Arab Saudi,” tambah Misnan.

Dijelaskan Misnan, saat ini daftar tunggu jamaah yang baru mendaftar antara 15 tahun ke atas. Maka sebut Misnan, jika tahun ini Indonesia gagal berangkat, pasti semangkin bertambah waktu daftar tunggunya.

“Maka kita berharap kepada Komisi VIII DPR RI dan Kemenag untuk melakuan rapat kembali menggodok ulang serta mengevaluasi ulang tentang pembatalan haji tahun ini demi kepentingan ummat di seluruh Indonesia,” harapnya.

Sementara sebelumnya, ada sebanyak 868 calon jamaah haji di Kabupaten Deliserdang dipastikan ditunda keberangkatannya ke Arab Saudi. Hal itu menyusul keluarnya kebijakan Kemenag yang memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 2020.

868 Calhaj

“Jadi dari 1.010 jamaah calon haji di Kabupaten Deliserdang yang berhak melunasi. Tapi hingga ditutupnya jadwal pembayaran pelunasan, hanya 868 yang telah melakukan pelunasan. Artinya, sebanyak 868 calon jamaah haji di Kabupaten Deliserdang yang seharusnya berangkat tahun ini. Namun karena adanya pandemi COVID-19, maka ditunda keberangkatannya sesuai kebijakan Kementerian Agama RI,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah  Kemenag Deliserdang H. Ahmad Qosbi SAg MM Selasa (2/6) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Deliserdang. (a16/a01).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2