Waspada
Waspada » Kejari Karo: Penindakan Dan Tuntutan Hukum Terhadap Narkoba, Judi Terus Akan Dibuktikan
Sumut

Kejari Karo: Penindakan Dan Tuntutan Hukum Terhadap Narkoba, Judi Terus Akan Dibuktikan

SEJUMLAH instansi dari Polri, BNNK Karo dan Dinkes memperlihatkan barang bukti narkoba jenis sabu sebelum dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke blender. Kejari Karo: Penindakan dan tuntutan hukum terhadap narkoba, judi terus akan dibuktikan. Waspada/Micky Maliki
SEJUMLAH instansi dari Polri, BNNK Karo dan Dinkes memperlihatkan barang bukti narkoba jenis sabu sebelum dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke blender. Kejari Karo: Penindakan dan tuntutan hukum terhadap narkoba, judi terus akan dibuktikan. Waspada/Micky Maliki

KABANJAHE (Waspada): Setelah dinyatakan Incraht van gewijsde, Kejaksaan Negeri Karo musnahkan sejumlah barang bukti (BB) narkotika jenis sabu, ganja dan perjudian yang berlangsung di halaman belakang kantor Kejari Karo, Kabanjahe, Jumat (27/11).

Kegiatan pemusnahan dihadiri Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo SIK yang diwakili Kasat Narkoba AKP Hendri David Bintang Tobing, Kasi Berantas BNNK Karo Kompol Robinson Ginting, Kadis Kesehatan Karo Irna dan perwakilan Pengadilan Negeri Karo.

Barang bukti yang dimusnahkan diantaranya sabu sebanyak 567,46 gram, ganja 1,361,04 gram dan barang bukti perjudian diantaranya, lima unit mesin ikan-ikan (tembak ikan) turut dipaparkan. Permusnahan barang bukti narkotika jenis ganja yang mencakup bunga, daun, batang dan biji serta peralatan perjudian dilakukan dengan cara dibakar. Sedangkan narkotika golongan I sabu dilakukan dengan cara dilarutkan ke dalam mesin blender yang berisi air dan larutannya dituang ke tanah.

Barang bukti yang dimusnakan, terhitung dari periode Juli 2020 hingga Nopember 2020 yang disita dari 139 perkara dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (Incraht van gewijsde), diantaranya perkara sabu 96 perkara, ganja 14 perkara, judi 29 perkara.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi pengunaan narkoba dan perjudian Kabupaten Karo yang meski telah dilakukan penindakan dan sosialisasi, sampai saat ini masih ditemukan pelaku dan para bandarnya, namun dibandingkan sebelumnya diketahui sudah mengalami penurunan. Sedangkan pelakunya bervariasi mulai dari pelajar, remaja dan dewasa, usianya rata-rata 19 tahun hingga diatas 50 tahun,“ ungkap Denny Achmad SH, MH melalui Kasi Barang Bukti, Mas Ben Saragih kepada Waspada.id di halaman belakang kantor Kejari Karo.

Sementara itu Kasat Narkoba AKP Hendry David Bintang Tobing, yang baru dua bulan menjabat di wilayah hukum Polres T. Karo sampai saat ini, sudah berhasil menindak sebanyak 49 perkara untuk seterusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Selain itu, untuk bisa menyelamatkan anak bangsa dan generasi kususnya di Karo, dirinya mengaku akan menjalankan tugas dan fungsinya bersama anggota di Satres Narkoba Karo dengan semaksimal mungkin.

Terkhusus bagi seluruh masyarakat Karo tetap selalu berperan serta dalam hal memberi informasi ke pihaknya, agar segera dilakukan penindakan sesuai aturan hukum UU Narkotika No 35. Namun dirinya juga berjanji bagi siapapun, yang terbukti secara sengaja melakukan peredaran gelap Narkoba di wilayah hukumnya, dirinya pasti segera melakukan penindakan tegas, terutama bagi anggotanya dan seluruh personel di jajaran Polres T. Karo, tambah Tobing.

Kasi Berantas BNNK Karo Kompol Robinson Ginting menambahkan, untuk memimalisir angka peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba di Tanah Karo yang meliputi 17 kecamatan dan 269 desa, pihaknya beserta seluruh tokoh agama, pemuda, masyarakat dan instansi gabungan dari Polres T. Karo, Pengadilan, Kejaksaan dan Pemda Karo diharapkan secara kontinyu, melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba bagi para generasi muda khususnya di Karo.

Lanjutnya, demi menyelamatkan generasi muda kedepanya, pihaknya akan berupaya terus melakukan upaya awal berupa sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat termasuk ke sekolah dan tempat ibadah, dalam bentuk penyuluhan, slogan-slogan hingga penerapan hukum tentang bahayanya serta dampak bagi pengguna Narkoba, ditambah dengan ancaman hukum pidana yang begitu berat akan diterima bagi setiap pelaku yang tertangkap tangan, pungkas Robinson.(c02/C)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2