Keberanian Sang Evakuator Tagana Pakpak Bharat - Waspada

Keberanian Sang Evakuator Tagana Pakpak Bharat

  • Bagikan
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pakpak Bharat saat mengevakuasi korban tewas yang hanyut di Lae Une, Pakpak Bharat.Kamis (30/01).(Waspada/Warikam Boangmanalu)

PAKPAK BHARAT ( Waspada): Taruna Siaga Bencana ( Tagana) Kabupaten Pakpak Bharat tiba-tiba menjadi pembicaran hangat di kalangan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat, setelah ditemukannya Budi Sinaga, korban tewas yang hanyut di Lae Une, Kecamatan PGGS, Kabupaten Pakpak Bharat.pada Kamis (30/01).

Keberanian personil Tagana Kabupaten Pakpak Bharat membuat decak kagum warga saat menyaksikan evakuasi korban hanyut sebab para personil Tagana dengan berani tanpa ada rasa khawatir saat mengevakuasi korban dari aliran sungai Lae Une yang terkenal arusnya yang sangat deras dan terkesan mistis.

Asril Banurea,personil Tagana, Kamis (30/01) mengatakan, dirinya bersama tim sudah berada di TKP sejak 6 hari yang lalu, sejak pagi hingga malam hari. Kesabaran mereka di TKP ini didasarkan karena rasa tanggung jawab sebagai tugas dan juga karena rasa kemanusian yang diemban.

” Saya sendiri betugas di Tagana sejak tahun 2010sudah banyak mengevakuasi korban. Saya melakukan tugas evakuasi ini karena tanggung jawab tugas dan rasa kemanusian. Setiap saya melaksanakan tugas, saya menganggab korban adalah saudara saya sendiri. maka, apapun kondisi medan dan bagaimana sulitnya evakuasi pasti saya berusaha sekuat tenaga saya, walaupun saya sering tidak memperdulikan resiko dan dengan peralatan seadanya” kata Asril.

Dia mengungkapkan, jika bertemu keluarga korban yang bertanya-tanya tentang keluarganya yang sedang dicari, oleb tim evakuator, perasaannya tersentuh. dan rasa haru serta sedih mulai merayap ke hati. Tersimpan perasaan duka cita di balik masker yang menutupi wajah evakuator jenazah tersebut.

Apa yang dirasakan Asril juga dirasakan oleh teman temannya seperti, Erwin Manik, Lamsai Manik ,Roni Tumangger, Rawadi Banurea dll, yang tergabung dengan tim Taruna Siaga Kabupaten Pakpak Bharat.

Meski demikian, perasaan haru dan sedih tidak ditampilkan mereka. Perasaan tersebut hanya disimpan dalam hati, kemudian menjadikannya sebagai motivasi agar lebih semangat membantu mencari korban. Menurut mereka, mungkin orang lain melihat evakuator jenazah sebagai pribadi yang tegar, tetapi sebenarnya tetap dihinggapi rasa haru dan sedih.

Sementara itu, menurut Kadis Sosial yang menaungi Tagana,Elhidayat Berutu, melalui Kasie Taruna Siaga Bencana, Tumpak Ristoni Berutu, Kamis 30/01) menjelaskan bahwa, Keberadaan korban pertama kali dilihat oleh Pabuah Boangmanalu, Warga kecupak,PGGS bersama dirinya.

“Sekira pukul 10:00 Wib, saya dan Pabuah Boangmanalu, menyeberangi sungai dengan menggunakan tali selling. Setelah kami berada di seberang sungai, tiba tiba Pabuah Boangmanali, memanggil saya dan memberitahu bahwa ada benda tersangkut di ranting kayu yang letaknya di palungan air.

Setelah kami dekati ternyata benda yang kami liat tersebut, adalah jasad korban Budi Sinaga.Selanjutnya, para anggota Tagana melakukan evakuasi agar korban biasa diangkat kedaratan”jelasnya.

Masih menurut Tumpak Ristoni Berutu, berhasilnya Evakuasi terhadap korban tersebut tidak lepas dari koodinasi dan kerjasama dari semua pihak seperti pihak Polres Pakpak Bharat, Kodim 0206/D Ramil 07/Salak, Warga dan pihak pihak lainnya.(cwb).

  • Bagikan