Waspada
Waspada » Kebanyak Siswa SD Dan SMP Di Pulaukampai Tak Memiliki Android
Pendidikan Sumut

Kebanyak Siswa SD Dan SMP Di Pulaukampai Tak Memiliki Android

KADISDIK Langkat Dr Syaful Abdi menemui siswa SD di Desa Pulaukampai, Kec. Pangkalansusu, yang sedang belajar di salah satu runah warga. Kebanyak siswa SD dan SMP di Pulaukampai tak memiliki android. Waspada/Ist
KADISDIK Langkat Dr Syaful Abdi menemui siswa SD di Desa Pulaukampai, Kec. Pangkalansusu, yang sedang belajar di salah satu runah warga. Kebanyak siswa SD dan SMP di Pulaukampai tak memiliki android. Waspada/Ist

PANGKALANSUSU (Waspada): Ratusan siswa SD dan SMP di pesisir Desa Pulaukampai, Kec. Pangkalansusu, tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar lewat sistem daring karena kebanyakan siswa tidak memiliki handphone android.

Agar proses pembelajaran bisa tetap terus berjalan, para guru membuat sistem belajar di luar jaringan (Luring) dengan cara mendatangi rumah siswa dan supaya proses belajar dapat berjalan efektif, metodenya sengaja dibuat dengan sistem kelompok.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Langkat, Dr Syaful Abdi, Rabu (30/9), turun ke SD dan SMP di desa pengasil udang, ikan dan trasi ini untuk meninjau secara langsung proses belajar mengajar siswa di masa pandemi Covid-19 ini.

Kadisdik kepada Waspada.id usai kunjungannya ke daerah pesisir mengatakan, meski para siswa belajar di rumah dalam kelompok kecil, tapi para guru tetap menerapkan protokol kesehatan guna menjaga keamanan bersama.

Syaful menambahkan, jumlah keseluruhan siswa SD di desa ini sebanyak 458 siswa dan tingkat SMP berjumlah 257 siswa, sementara murid PAUD (pendidikan anak usia dini) berjumlah 150 orang dari empat lembaga PAUD.

“Sistem pembelajaran di luar jaringan internet. Pembelajaran seperti ini dibenarkan oleh peraturan pemerintah dalam suasana pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini,” ujarnya seraya menambahkan, aktivitas belajar tetap mengikuti protokoler kesehatan.

Dia menjelaskan, kendala yang dihadapi para guru termasuk murid untuk mengikuti sistem belajar daring adalah jaringan yang tidak baik, kemudian kebanyakan siswa tidak memiliki perangkat handphone android.

Syaful mengimbau kepada para guru agar tetap semangat dalam mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa, meskipun berada di daerah terpencil. “Bekerjalah dengan penuh ikhlas,” imbuhnya. (a10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2