Kasus Swab Antigen Bekas, JPU Tuntut Mantan Manager KFD 20 Tahun Penjara

  • Bagikan

DELISERDANG (Waspada): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Deliserdang menuntut bervariasi lima orang terdakwa kasus penggunaan swab antigen dakron dan tabung antigen bekas di Bandara Kualanamu.

Sidang dalam agenda tuntutan itu dipimpin hakim Ketua Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH didampingi hakim anggota, Makmur Pakpahan dan Munawwar Hamidi, dan dihadiri JPU Kejari Deliserdang, Faruok Fahrozy bersama Rahmaniar Tarigan dan Laoly Simanjuntak, Rabu (15/12) sore, di ruang sidang utama. Sedangkan lima terdakwa hadir secara teleconfrence.

Adapun tuntutan yang diberikan JPU terhadap terdakwa mantan manager Kimia Farma Diagnostika (KFD) Sumatera I berinisial PM 45, warga Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kotamadya Lubuklinggau, dituntut pidana penjara selama 20 tahun penjara dan denda Rp 5 Milliar subsider 6 bulan penjara.

Selanjutnya terdakwa Re 21 (mantan pegawai KFD), warga Desa Muara Kelingi Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas, dan terdakwa Ma 41 (mantan pegawai KFD), warga Dusun II Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas, masing-masing dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 1 Milliar subsider 6 bulan penjara.

Kemudian 2 terdakwa lainnya yakni SR 20 (mantan tenaga honor) warga Dusun III Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, dan De 20, (mantan tenaga honor) warga Dusun III Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, masing-masing dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 100 Juta subsider 3 bulan penjara.

“Hari ini tim dari Kejaksaan Negeri Deliserdang telah membacakan tuntutan kepada lima terdakwa,” kata JPU Kejari Deliserdang, Faruok Fahrozy, kepada wartawan usai sidang.

Dijelaskan Faruok, bahwa terhadap mantan manager KFD dituntut dengan pasal berlapis masing-masing pasal 196 Undang – Undang RI Nomor : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Sedangkan untuk keempat pasal 196 Undang – Undang RI Nomor : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Terhadap (mantan manager) KFD kita tuntut selama 20 Tahun membayar denda 5 Miliar subsider 6 bulan penjara. Terhadap dua terdakwa lainnya dituntut 10 tahun denda Rp 100 Juta subsider 3 bulan penjara dan dua lagi dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 100 Juta subsider 3 bulan penjara,” tandasnya. (a16).

Teks foto: Suasana sidang kasus penggunaan swab antigen dakron dan tabung antigen bekas di Bandara Kualanamu. (Waspada/Edward Limbong).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *