Kasus Simadu Bagai Benang Kusut

  • Bagikan

SAMOSIR (Waspada) : Kasus pengadaan Aplikasi Pengadaan Sistim Informasi Kependudukan (Simadu) yang sekarang ditangani Kejaksaan Negeri Samosir, bagaikan benang kusut berkepanjangan.

Awalnya kasus Simadu merupakan temuan Inspektorat Samosir pada tahun 2017 lalu, kemudian pernah ditangani pihak Kepolisian.

Anehnya, sampai 4 tahun sejak tahun 2017 sampai sekarang berkepanjangan. Saat ini Kejari Samosir sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini, itupun masih dalam proses praperadilan.

Inspektorat Kabupaten Samosir yang ditemui beberapa wartawan, Kamis (9/12) untuk memperjelas persoalan kasus Simadu ini, tidak berada di tempat.

Sekretaris Inspektorat Samosir Suyono Parhusip menjelaskan, bahwa pada tahun 2017 Inspektorat menemukan ada selisih nilai belanja.

“Maka setelah ditemukan ada selisih, Pemkab Samosir ketika itu melalui Wakil Bupati Samosir menyurati seluruh Kepala Desa untuk melaksanakan pengembalian selisih belanja ke rekening desa,” ujarnya.

Dikatakannya, berdasarkan surat itu, para Kepala Desa melakukan pengembalian selisih belanja yang ditemukan Inspektorat.

Namun Suyono mengarahkan, agar lebih rinci secara tehnis, harus melalui keterangan Kepala Inspektorat Samosir Gomgom Naibaho yang sedang mengikuti pansel.

Berdasarkan informasi dihimpun wartawan, sekitar 20 Kepala Desa belum melakukan pengembalian selisih belanja Sistem Informasi Kependudukan Terpadu (Simadu).

Yang menjadi janggal sekarang ini, setelah pengembalian selisih belanja oleh Kepala Desa ke rekening desanya, kasus ini bergulir di Kejari Samosir.

Sekarang pihak Kejari Samosir sudah melakukan penahanan tersangka, yakni MTL sebagai pihak yang menjual beberapa perangkat Simadu.

Kasus ini kembali mengemuka, pasca penetapan dan penahanan tersangka oleh Kejari Samosir.

Oleh kuasa hukum tersangka MTL dari Kantor Advokat Daulat Sihombing dan Partners, penetapan dan penahanan tersangka dinilai tidak taat asas, hingga menempuh upaya praperadilan.(cts)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *