Kasus Dokumen PCR Palsu Di Bandara Kualanamu, Karyawan Travel Tersangka - Waspada

Kasus Dokumen PCR Palsu Di Bandara Kualanamu, Karyawan Travel Tersangka

  • Bagikan

DELISERDANG (Waspada): Satreskrim Polresta Deliserdang menetapkan seorang oknum karyawan salah satu travel menjadi tersangka dugaan pemalsu dokumen RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) yang diberikan kepada calon penumpang di Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA).

Penetapan tersangka karyawan travel berinisial AD, 52, warga Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang itu, disampaikan Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait SIK, didampingi Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Dr Muhammad Firdaus SIK MH dan Wakasatreskrim AKP Alexander Piliang, dalam jumpa persnya di Mapolresta Deliserdang di Lubukpakam, Jumat (22/10).

“Hasil pemeriksaan dari tiga orang yang diamankan satu orang dijadikan tersangka inisial AD, sedangkan dua orang lagi sebagai saksi,” kata Julianto.

Dua orang lainnya yang saat ini masih ditetapkan penyidik sebagai saksi
yakni DNS dan RS. Julianto menjelaskan, setelah menjalani pemeriksaan terhadap 3 orang yang sebelumnya diamankan, tersangka AD mengaku pemalsuan dokumen itu dibuat sendiri tanpa dibantu orang lain dengan cara memprint (cetak) surat keterangan hasil pemeriksaan swab RT PCR oleh salah satu klinik di Medan.

Dalam keterangannya, lanjut Julianto, tersangka mengaku surat keterangan swab RT-PCR diprint dan dijual seharga Rp750 ribu kepada calon penumpang untuk digunakan sebagai salah satu syarat untuk penerbangan.

Julianto pun menyampaikan, kasus itu terungkap ketika dokumen RT-PCR yang diberikan kepada pihak bandara menggunakan satu barcode dan ditandatangani. Sementara hasil pemeriksaan swab RT-PCR dari klinik tersebut dibuat dengan dua barcode tanpa adanya tanda tangan.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Dr Muhammad Firdaus SIK MH menambahkan modus tersangka saat beraksi, mengamati gerak-gerik colon penumpang inisial DNS yang tampak kebingungan, karena belum memiliki surat test PCR.

“Di saat itu tersangka mengambil moment untuk menawarkan jasa, membuat swab PCR dan dijamin aman. Sehingga calon penumpang tersebut menerima jasa dari si tersangka,” katanya.

“Tersangka lalu membuat swab yang diduga palsu dan satu jam kemduian memberikan kepada calon penumpang tersebut untuk berangkat ke Jakarta,” tambah Firdaus.

Kata Firdaus dari hasil penyelidikan tersangka mengaku membuat surat PCR palsu ini sudah dua kali.

“Pertama seminggu yang lalu tepatnya pada tanggal 12 Oktober dan yang terakhir pada tanggal 19 Oktober 2021, yang pertama berhasil berangkat dengan harga penjualan Rp750 ribu,’’ ujar Firdaus.

Kepada tersangka kata Firdaus dikenakan pasal 263 KUHP dan UU Karantina Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (a16).

Teks foto: Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait didampingi Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Dr Muhammad Firdaus saat menginterogasi tersangka. (Waspada/Edward Limbong).

  • Bagikan