banner 325x300

Karyawan BUMN Tewas Dalam Mobil Terkunci Di Deliserdang

  • Bagikan
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sawangin saat mengevakuasi korban ke mobil ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. (Waspada/Edward Limbong).

DELISERDANG (Waspada): Seorang karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Telkom bernama Pereddin Manurung 56, ditemukan tewas dalam mobil AVP tepatnya di pinggir Jalan Medan- Tanjung Morawa KM 11,5 Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/7). Korban tewas dengan posisi tertidur di bangku tengah dengan kondisi mobil terkunci.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sawangin mengatakan korban ditemukan tewas pukul 07.00 awalnya, polisi menerima laporan dari masyarakat ada sebuah jenis AVP terparkir di TKP sejak Selasa (7/7) sekitar pukul 23:00 WIB.

“Kita cek TKP kita pastikan kita goyang goyang kendaraannya orang di dalam tidak bangun,” kata Sawangin.

Selanjutnya, kata Sawangin pihaknya menghubungi Inafis Polres Deli Serdang yang kemudian melakukan olah TKP, setelah pintu mobil berhasil dibuka oleh tukang kunci.

“Lalu saat dilihat dalam mobil (ditemukan) bahwa seorang laki laki ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Posisi meninggal lagi bersandar dibangku tengah dalam posisi tidur,” ujar Sawangin

Kata Sawangin, dari identitas yang ditemukan di mobil disebutkan korban merupakan karyawan BUMN di PT Telkom yang beralamat di Jalan Pertahanan KP Senin, Dusun III Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. Namun untuk memastikan informasi itu pihaknya akan menelusurinya.

“Kalau dari keteranganya karyawan BUMN (Telkom) untuk kepastiannya, nanti kita informasikan lebih lanjut,’’ ujar Sawangin.

Mengenai penyebab korban tewas, kata Sawangin polisi hingga kini juga masih menyelidikinya.

“Kalau dilihat tanda tandanya sementara belum kita temukan namun penyelidikan tetap berlanjut karena sampai saat ini kunci mobil (korban) tidak ditemukan  Sedangkan mobil dalam keadaan terkunci dari dalam dan mobil dalam kondisi mati,” ungkapnya.

Sawangin pun menyebutkan saat ini jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi,”tegasnya. (a16).

  • Bagikan