Kartu Prakerja, Sumut Dapat Kuota 183.904 Orang

Kartu Prakerja, Sumut Dapat Kuota 183.904 Orang

  • Bagikan
Kadis Tenaga Kerja Kab Asahan Budi Anshari.Waspada/Ist
Kadis Tenaga Kerja Kab Asahan Budi Anshari.Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Dalam menghadapi dampak ekonomi terkait Covid-19, Kementrian Tenaga Kerja membuka pendaftaran online khusus bagi pekerja yang di-PHK, dan anggota UMK serta koperasi yang mengalami kesulitan usaha, dan bebas untuk umum.

Kadis Tenaga Kerja Kab Asahan Budi Anshari (foto) , didampingi Kasi Penempatan Edi Catur, saat dikonfirmasi Waspada, Selasa (14/4), menuturkan bahwa pendaftaran dibuka gelombang pertama 11-16 April 2020, dengan kuota untuk Sumut sebanyak 183.904 orang, sedangkan untuk Kab Asahan belum ada penetapan kuota.

“Sampai saat ini belum ada penetapan kuota untuk Kab Asahan, hanya secara global, Sumut dapat kuota 183.904 orang,” jelas Budi.

Menurut Budi, data yang diterimanya hingga 14 April 2020, untuk pendaftar khusus sebanyak 327 orang, dan tentunya jumlah ini akan terus bertambah.

Ditanya dengan jumlah PHK di Asahan terkait Covid-19, Budi menuturkan sampai saat ini belum ada laporan ke pihaknya, sedangkan angka 327 orang yang mendaftar berdasar data yang diterimanya yang diatur dari aplikasi, sehingga tidak terlihat pembagian pekerja yang di PHK atau penggiat UMK dan koperasi.

“Data ini selanjutnya akan di ajukan ke Provinsi Sumut dan selanjutnya diteruskan ke Kementrian Keuangan,” jelas Budi.

Selain pendaftaran khusus, kata Budi, ada juga pendaftaran secara bebas, dan jumlah ini sampai saat ini belum terdata, karena dibuka bebas, dan dilakukan secara online melalui website Kementrian Tenaga Kerja RI. Untuk syarat pendaftaran berumur minimal 18 tahun.

“Pendaftaran khusus dan bebas semuanya dilakukan dengan cara online di kemnaker.go.id tentunya mengisi data diri, dan ada sejumlah ujian,” jelas Budi.

Disinggung dengan fasilitas apa yang akan didapat bila lulus, Budi mengatakan bahwa peserta yang mendapat Kartu Prakerja akan mendapat menerima uang senilai 3.550.000, dengan pembagian Rp 1 juta untuk dana pelatihan online, dan Rp 600 ribu selama 4 bulan, dan Rp 50 ribu untuk dana survey dalam tiga kali.

“Selain itu para peserta akan mendapatkan sertifikat keahlian,” jelas Budi.(A15/A31).

  • Bagikan