Waspada
Waspada » Karantina TB Asahan Ekspor 14.100 Ton Minyak Goreng Ke Tiongkok
Ekonomi Sumut

Karantina TB Asahan Ekspor 14.100 Ton Minyak Goreng Ke Tiongkok

Petugas Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan memeriksa 14.100 ton minyak goreng yang akan diekspor ke Tiongkok di Pelabuhan Kualatanjung. Waspada/Ist
Petugas Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan memeriksa 14.100 ton minyak goreng yang akan diekspor ke Tiongkok di Pelabuhan Kualatanjung. Waspada/Ist

TANJUNGBALAI (Waspada) : Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan (TB Asahan) mengekspor 14.100 ton komoditas pertanian berupa minyak goreng jenis palm oil ke Tiongkok, Senin (21/7).

Kepala Karantina Tanjungbalai Asahan, drh Bukhari mengatakan kelapa sawit merupakan komoditas pertanian yang sangat banyak produk turunannya. Salah satunya adalah refined bleached deodorized (RBD) palm eolein atau biasa disebut minyak goreng yang dihasilkan dari proses rafinasi dan fraksinasi minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Untuk itu katanya, Karantina Pertanian TBA tepatnya di Wilayah Kerja Kuala Tanjung perlu melakukan pemeriksaan media pembawa yang dimuat di kapal tanker di pelabuhan Kualatanjung Kab Batubara. 14.100 ton RBD palm olein milik PT Industri Nabati Lestari tersebut bernilai sebesar Rp119,87 miliar dengan negara tujuan Tiongkok.

Pemeriksaan oleh Karantina Pertanian ini bertujuan memastikan produk pertanian yang akan dikirim sesuai dengan dokumen dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPT/OPTK) yang di persyaratan negara tujuan.

Dari data yang diambil dari IQFAS ujarnya, ekspor RBD palm olein yang diperiksa Karantina Pertanian TBA pada Semester I 2019 adalah nihil.

Sementara Semester I 2020, ekspor di bulan Juni 2020 sebanyak 3 kali dengan jumlah 10.200 ton dan nilai barangnya sekitar Rp 75,2 M. Dari data ini ungkapnya, terlihat peningkatan ekspor yang cukup signifikan dari sebelumnya.

Menurut Bukhari, peningkatan tersebut sudah sesuai arahan Menteri Pertanian RI melalui program gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks).

“Apapun ceritanya kita harus fasilitasi semua eksportir dengan baik, karena ini demi nama baik negara kita juga,” ungkap drh Bukhari di Kantor Induk Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan.

Badan Karantina Pertanian dengan 52 UPT teknis yang tersebar di seluruh Indonesia pungkasnya siap memberikan pelayanan prima kepada semua eksportir. Hal itu agar harapan tujuan Gratieks bisa kita capai. (A22/A21).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2