Waspada
Waspada » Kapolres Tanjungbalai Diguncang Demo Isu Rasisme
Headlines Sumut

Kapolres Tanjungbalai Diguncang Demo Isu Rasisme

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira memberikan tanggapan terhadap isu rasisme yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Tanjungbalai. Waspada/Ist
Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira memberikan tanggapan terhadap isu rasisme yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Tanjungbalai. Waspada/Ist

 

TANJUNGBALAI (Waspada) : Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira diguncang demo oleh sejumlah aktivis di “Kota Kerang” terkait isu rasisme menyangkut budaya Bali dan Tanjungbalai, Senin (17/5).

Massa dari Aliansi Aktivis Tanjungbalai Bersatu mengecam pernyataan Kapolres AKBP Putu Yudha Prawira yang dinilai rasis dengan membeda-bedakan kultur budaya masyarakat Tanjungbalai dengan Bali. Demonstrasi ini berlangsung paska pemberitaan di sebuah media online yang berjudul “Polisi Bali dan Langgam Kota Kerang”.

Aktivis mahasiswa, Faisal Rambe, Rudy Bakti, Kacak Alonso, Andrian Sulin, Budi Arianto, Ramadhan Batu Bara, Aldo Rivai, Martin Lase secara bergantian menyampaikan ungkapan penyesalan atas adanya pernyataan dinilai mendeskreditkan masyarakat Tanjungbalai.

“Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Jangan membandingkan superioritas kultur dan budaya Bali dengan Masyarakat Tanjungbalai,” ungkap pendemo bergantian.

Selesai berorasi di bundaran PLN, pendemo berjalan menuju Polres Tanjungbalai. Di depan Mapolres mereka juga menyampaikan aspirasi di hadapan Kapolres AKBP Putu Yudha Prawira, Wakapolres Kompol H.Jumanto sejumlah Kasat, dan Kajari Tanjungbalai Asahan, Muhammad Amin.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira menanggapi hal itu menyatakan dirinya tidak pernah mengeluarkan statemen untuk mendiskreditkan dan membanding-bandingkan antara budaya Bali dengan Tanjungbalai.

Berita yang ditayangkan kata Putu, murni persepsi dan opini wartawan. Putu juga sangat menyayangkan pemberitaan berjudul ‘Polisi Bali dan Langgam Kota Kerang’ yang tayang 9 Mei 2021 tersebut tidak sesuai dengan apa yang diutarakannya kepada wartawan.

Menurutnya, berita tersebut jelas-jelas menggiring opini publik ke arah yang negatif dan terkesan mencederai dan mendiskreditkan katakter dan budaya warga Tanjungbalai.

“Ada dugaan tulisan itu statemen dari saya sebagai Kapolres Tanjungbalai, padahal, pada tanggal 7 Mei siang itu, saya hanya berbincang-bincang santai dengan wartawan, bukan konferensi pers atau wawancara,” ucap Putu.

Waktu itu ucap kapolres, wartawan bertanya bagaimana kapolres menyikapi aksi para aktivis Kota Tanjungbalai. Kapolres menjelaskan sejak menjabat di sana, dirinya pernah beberapa kali menerima aksi damai para aktivis.

“Berita yang ditayangkan murni persepsi dan opini wartawan. Saya sangat menyayangkan pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan apa yang saya utarakan kepada wartawan,” ucap Putu. (A21/A22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2