Waspada
Waspada » Kades Di Dairi Menjerit Dan Ancam Mogok Kerja
Headlines Sumut

Kades Di Dairi Menjerit Dan Ancam Mogok Kerja

Kades Belang Malum, Sehat Hutauruk (kanan) saat memberi keterangan. Waspada/Natar Manalu
Kades Belang Malum, Sehat Hutauruk (kanan) saat memberi keterangan. Waspada/Natar Manalu

SIDIKALANG (Waspada): Umumnya para kepala desa (Kades) di Kab. Dairi menjerit. Pasalnya dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD maupun Dana Desa (DD) yang dari APBN 2020 belum cair.

Beberapa Kades kepada Waspada, Senin (11/5) diantaranya Kades Belang Malum Kecamatan Sidikalang, Sehat Hutauruk mengatakan, merasa sesak nafas untuk menanggulangi dana operasional kantor, gaji perangkat desa dan biaya Posko Penanggulangan COVID-19.

Hutauruk menambahkan, perangkat desanya belum gajian sejak Januari hingga Mei 2020. Akibatnya, saya terpaksa mengutang dari family untuk gaji perangkat, operasional kantor dan untuk beli gula/kopi tim relawan di Posko COVID-19 sebanyak 3 posko, masing-masing 5 orang perposko.

Kami para kepala desa merasa heran mengapa ADD sangat lambat pencairannya, padahal 23 Maret segala proses persyaratan sudah kami lengkapi dan diserahkan kepada Bappemas, sebutnya.

Hutauruk dengan tegas mengatakan, apabila ADD tidak cair dua minggu ke depan, saya selaku kepala desa dan perangkat saya akan melakukan mogok kerja dan siap menerima konsekwensi apapun. Kami tidak boleh kerja tanpa makan, tegasnya.

Saat ditanya apa penyebab ADD itu belum cair, Hutauruk menjawab tidak mengetahui. Namun tidak terlepas dari tidak adanya kebijakan Pemkab. Apa yang kualami saat ini juga dirasakan teman Kades yang lain, ucap Hutauruk.

Kabid Pembangunan dan Keuangan Desa Bappemas Dairi, Edison Silalahi dikonfirmasi Waspada, Senin (11/5) ADD maupun DD belum cair karena dampak COVID-19 prosesnya menjadi terkendala. Namun dalam minggu ini, 27 desa dari 161 desa se Dairi, ADD sudah masuk ke rekening desa. Desa lainnya segera menyusul, sebutnya.(a24/B)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2