Waspada
Waspada » Ka MTs Negeri Binjai Telusuri Dugaan Siswa Siluman.
Sumut

Ka MTs Negeri Binjai Telusuri Dugaan Siswa Siluman.

Ka MTs Negeri Binjai Nikmatussakdiah. (Waspada/ Riswan Rika/)

Binjai (Waspada): Kepala Sekolah MTs Negeri Binjai, Nikmatussakdiah, akan mencari bukti dengan mentelusuri dugaan adanya siswa siluman pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) di Madrasah Tsanawiyah Negeri( MTsn) Binjai.

”Kalau terbukti ada “permainan” akan Saya tindak tegas, sebab sudah mencemarkan dunia pendidikan Madrasah Tsanawiyah negeri Binjai,” ujarnya Sabtu( 19/6)

Nikmatussakdiah menegaskan pelaksanaan PPDB secara online sudah sesuai dengan Juknis. PPDB gelombang pertama dilakukan 5 sampai 11 Mei 2021 dan gelombang kedua 17 sampai 22 Mei 2021.

PPDB 2021 MTs Negeri Binjai terdata 327 calon siswa, namun yang ikut ujian hanya 318 calon siswa. Menurut Ka MTs Negeri Binjai,pihaknya manampung 320 siswa untuk 10 kelas dengan kapasitas 32 orang/perkelas.

Ternyata proses yang sedang berjalan ada 9 calon siswa menarik berkas. Semua proses sudah dilapor dan konfirmasi ke Kanwil Kemenag Prov. Sumatera Utara dan disetujui oleh Kasi kurikulum,sebab.

“Hal itu merupakan ketentuan,,sedangkan dengan Kemenag Binjai tetap berkordinasi,”ujarnya.

Adanya dugaan siswa siluman Ka MTs Negeri Binjai heran dan bingung. “ Kami masih kekurangan siswa dua orang,dan semua yang ikut ujian lulus, ,dari mana ada siswa siluman,” tegasnya. Apalagi penunjukan Ketua PPDB, juga melibatkan Komite Sekolah.

Nikmatunssakdiah berterima kasih kepada anggota Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto yang hadir,Jumat( 18/6) ke MTs Negeri Binjai dan memberikan motivasi.

Setelah dijelaskan proses PPDB di Mts Negeri Binjai yang dilakukan sesuai juknis.Apalagi , sampai saat ini tidak ada orang tua siswa mengadu dan datang melapor ke MTs negeri Binjai.

Anggota DPRD Binjai dari PKS Marasonang Lubis ketika ditemui,Minggu( 20/6) di aula IPHI Binjai berharap, proses PPDB di MTS Negeri Binjai bisa berjalan dengan baik dan diminta Ka MTsn dan panitia bisa terbuka,sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman yang bisa merugikan prestasi pendidikan islam di kota Binjai.(a.12)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2