Waspada
Waspada » Jembatan Penghubung Pangkalan Batu-Lubuk Kertang Terancam Roboh
Headlines Sumut

Jembatan Penghubung Pangkalan Batu-Lubuk Kertang Terancam Roboh

BADAN jembatan penyeberangan penghubung antar Kel. Pangkalan Batu - Desa Lubuk Kertang turun dan tak dapat dilintasi kenderaan roda empat. Waspada/Asrirrais
BADAN jembatan penyeberangan penghubung antar Kel. Pangkalan Batu - Desa Lubuk Kertang turun dan tak dapat dilintasi kenderaan roda empat. Waspada/Asrirrais

P. BRANDAN (Waspada): Badan jembatan konstruksi besi dengan lantai beton di Lingk II Alir Lebah, Kel. Pangkalan Batu, Kec. Brandan, sudah setengah tahun amblas dan total tidak dapat dilalui kenderaan roda empat.

Pantauan Waspada.id beberapa hari lalu, persis di bagian tengan badan jembatan tampak melengkung akibat mengalami penurunan. Jembatan penghubung antar Kel. Pangkalan Batu-Desa Lubuk Kertang ini sudah tidak dapat dilintasi oleh mobil.

Tiang jembatan tampak sudah korosif dan beberapa galangan besi sudah terputus. Di sisi jembatan sepanjang lebih dari 30 meter itu terlihat flow line (jalur pipa minyak) milik Pertamina EP Pangkalansusu yang sekarang berganti nama Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Infrastruktur jembatan di atas Sungai Alur Lebah ini dibangun oleh perusahaaan minyak ‘plat merah’ beberapa puluh tahun yang lalu.

Meski dibangun oleh Pertamina, tapi akses jembatan ini sudah menjadi urat nadi bagi warga untuk mengeluarkan hasil pertanian.

Khaidir, salah seorang warga yang sedang melintas dengan sepeda motor saat ditemui mengatakan, jembatan ini sudah tidak dapat dilintasi mobil. Kondisi ini, menurutnya, sudah berlangsung enam bulan lebih, tapi hingga kini belum ada perhatian dari pihak terkait.

Dia mengatakan, untuk mengeluarkan hasil pertanian, seperti padi dan buah kelapa sawit, warga dan para agen terpaksa menempuh jalur alternarif yang jaraknya relatif lebih jauh karena harus menuju Desa Lubuk Kertang dan menembus jalan provinsi ke Pangkalansusu.

Anggota LPMK Kel. Pangkalanbatu, Suprianto, kepada Waspada.id, Kamis (22/7) mengatakan, pihaknya sudah pernah menyampaikan langsung permasalahaan ini kepada anggota DPRDSU, termasuk anggota DPRD Langkat saat kunjungan reses beberapa waktu lalu.

“Kita sudah pernah sampaikan usulan kepada dewan saat kunjungan reses agar jembatan ini segera diperbaki, namun sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata anggota LPMK yang membidangi masalah Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) itu.

Sebagai wakil dari masyarakat, Suprianto memohon kepada pihak Pertamina agar memperbaiki jembatan ini, karena walau bagaimanpun, perusahaan Migas ini rutin melakukan aktivitas di daerah Kel. Pangkalan Batu dan Desa Lubuk Kertang. (a10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2