Waspada
Waspada » Jelang Masuk Sekolah, Orang Tua Siswa Khawatir Virus Corona
Sumut

Jelang Masuk Sekolah, Orang Tua Siswa Khawatir Virus Corona

Surat edaran Bupati libur dan jadwal masuk sekolah. (Waspada/Ist)

GUNUNGTUA (Waspada) : Tanggal 2 Juni 2020, proses belajar mengajar di Kabupaten Padanglawas Utara akan kembali dilakukan, namun sejumlah orang tua siswa masih khawatir akan penyebaran virus corona.

Dalam surat edaran Bupati Paluta melalui Dinas Pendidikan Paluta waktu itu menyatakan bahwa seluruh sekolah diliburkan akibat Pandemi Covid-19 hingga tanggal 1 Juni 2020. Dan kembali masuk sekolah tanggal 2 Juni 2020.

Halimah Lubis, orang tua siswa mengaku, sangat khawatir. Tampaknya virus Corona ini belum reda. Dan pemerintah belum mengumumkan mengenai kepastian perkembangan covid-19 ini apakah sudah hilang dari bumi Indonesia khususnya Kabupaten Paluta.

“Sesuai surat edaran dari Pemkab Paluta, siswa akan kembali masuk sekolah tanggal 2 Juni 2020. Kondisi virus corona ini belum kita ketahui dan belum ada kejelasan, sehingga membuat kita khawatir sebagai orang tua jika anak-anak kembali masuk sekolah,” katanya.

Dijelaskannya, kalau memang covid-19 ini sudah reda dan ada penjelasan dari pemerintah mungkin para orang tua tidak akan khawatir.

“Perlu kita ketahui, bahwa sekolah itu merupakan tempat berkumpulnya banyak orang. Dan rentan menjadi penyebaran virus, ” terangnya.

Hal serupa disampaikan Satia Utama Siregar. Kalaupun proses belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah, pihak sekolah harus bisa membuat antisipasi ataupun pencegahan, karena sekolah merupakan salah satu tempat yang paling rawan penyebaran virus.

Katanya, salah satu antisipasi ataupun pencegahan yang perlu dilakukan pihak sekolah yaitu, setiap sekolah harus menyediakan rapid test atau alat lainnya.

Kemudian, pihak sekolah baik itu kepala sekolah, guru, siswa, hingga satpam, harus mencegah virus Corona di sekolah dengan setiap hari menyemprotkan cairan pencegah virus pada taman, bangku, meja, hingga papan tulis. Karena pada titik-titik tersebut banyak kuman hingga virus COVID-19 bisa saja ada di sana, ungkapnya. (a29/C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2