Kejadian pencurian televisi di Kantor Lurah TB Kota IV Kecamatan Tanjungbalai Utara Kota Tanjungbalai baru-baru ini menggemparkan masyarakat. Di balik jeruji besi, dua pelaku kini harus menelan pil pahit akibat perbuatan mereka.
Iptu Rony menjebloskan mereka ke penjara setelah mendapat laporan dari masyarakat. Kapolsek Tanjungbalai Utara itu juga menyita sejumlah barang bukti termasuk satu unit televisi.
Namun, di balik kisah kriminal ini, tersembunyi cerita pilu tentang kemiskinan dan jeratan hidup yang mendera mereka.
DMH, pria berusia 37 tahun, tertunduk lesu saat menceritakan kisah hidupnya. Pernah bekerja sebagai buruh harian, Ia terpaksa mencuri televisi karena tak sanggup lagi memenuhi kebutuhan hidup. Ia tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah kecil yang sempit.
Penghasilannya yang tak menentu tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, harga bahan pokok semakin tak terjangkau, menembah lengkap penderitaannya.
CT, pelaku lainnya, memiliki kisah yang tak jauh berbeda. Pria berusia 51 tahun ini dulunya adalah seorang pekerja keras tak kenal lelah. Namun, karena situasi perekonomian yang semakin sulit, CT putus asa, Ia terjerumus ke dunia kriminal dan nekat mencuri televisi bersama DMH.
Kini, di balik jeruji besi, DMH dan CT hanya bisa menyesali perbuatannya. Keduanya sadar, tindakan mereka salah dan telah merugikan banyak orang.
DMH berjanji akan memperbaiki diri dan menjadi orang yang lebih baik setelah keluar dari penjara. Ia ingin bekerja keras dan menafkahi keluarganya dengan cara yang halal.
CT juga mengungkapkan penyesalannya. Ia berharap agar kisahnya dapat menjadi pelajaran bagi orang lain agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.
Kasus pencurian ini tak hanya berdampak pada para pelaku, tetapi juga pada masyarakat luas. Kejadian ini menimbulkan rasa cemas dan keresahan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, cerita DMH dan CT menjadi bukti masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Kemiskinan dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan kriminal.
Penangkapan DMH dan CT hanyalah solusi jangka pendek. Untuk mengatasi masalah pencurian dan kemiskinan secara menyeluruh, dibutuhkan solusi yang lebih baik.
Pemerintah perlu memberikan bantuan sosial dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin. Selain itu, perlu dilakukan edukasi dan pembinaan mental agar masyarakat tidak mudah terjerumus ke jalan yang salah.
Kisah DMH dan CT adalah pengingat bahwa di balik setiap kejadian kriminal, ada cerita pilu tentang kemiskinan dan jeratan hidup. Kita perlu bahu membahu untuk membantu mereka yang kurang beruntung agar dapat hidup sejahtera dan terhindar dari jerat kriminalitas. WASPADA.id/Rasudin Sihotang
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.