Waspada
Waspada » Jamaah Masjid Taqwa Muhammadiyah P. Bandar Kurban 3 Sapi
Sumut

Jamaah Masjid Taqwa Muhammadiyah P. Bandar Kurban 3 Sapi

Panitia penyembelihan hewan kurban jamaah Masjid Taqwa Ranting Muhammadiyah Pematangbandar, sedang menyembelih sapi kurban, Selasa (20/7).(Waspada/Hasuna Damanik)
Panitia penyembelihan hewan kurban jamaah Masjid Taqwa Ranting Muhammadiyah Pematangbandar, sedang menyembelih sapi kurban, Selasa (20/7).(Waspada/Hasuna Damanik)

 

SIMALUNGUN (Waspada): Jamaah Masjid Taqwa Ranting Muhammadiyah Pematangbandar, Kecamatan Pematangbandar, Kabupaten Simalungun, menyembelih 3 sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha 1442 H, Selasa (20/7).

Meski mengikuti protokol kesehatan (prokes), acara penyembelihan hewan kurban berlangsung lancar dan khidmad yang ilakukan di halaman rumah salah seorang warga yang tidak jauh dari kompleks Masjid Taqwa Pematangbandar.

Ketua Ranting Muhammadiyah Pematangbandar, Budianda Purba,  mengatakan, setiap perayaan hari raya Idul Adha sebagaimana biasanya jamaah Masjid Taqwa Pematangbandar selalu melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang dibeli secara patungan. Untuk satu ekor sapi dibeli oleh tujuh orang jamaah.

Dia juga mengatakan, untuk dua tahun terakhir ini, penyembelihan hewan kurban menurun dari tahun sebelumnya. Kemungkinan ini juga dampak dari situasi pandemi Covid-19 yang hingga kini masih melanda bumi nusantara.

Kalau tahun 2018 dan 2019 lalu, kata Budianda, jamaah Masjid Taqwa khususnya Ranting Muhammadiyah Pematangbandar, minimal menyembelih 4 atau 5 ekor sapi kurban dan ditambah kambing beberapa ekor.

“Meski tahun ini menurun, namun acara penyembelihan 3 ekor sapi kurban tetap khidmat dan bersemangat,” ujarnya.

Daging hewan kurban yang telah disembelih dibagikan kepada yang berhak, para jamaah Masjid Taqwa dan umat Islam yang ada di sekitar masjid.

Sebelum pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, terlebih dahulu dilaksanakan Sholat Id yang digelar di halaman rumah warga tempat yang sama, dipimpin Imam dan Khatib Ustadz Nurjaya dari Medan.

Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan agar umat Islam tidak meninggalkan shalat, terutama shalat lima waktu dan dilaksanakan secara berjamaah di masjid-masjid.

Dalam situasi apapun, kata Ustadz Nurjaya, shalat tidak boleh ditinggalkan. “Jangankan karena virus, dalam situasi perang sekalipun kita tidak bisa meninggalkan shalat. Justru karena shalat kita terhindar dari malapetaka, terhindar dari penyakit,” katanya.

Sedangkan tentang penyembelihan kurban, diharapkan dilakukan dengan ikhlas, bukan karena ria.(a27)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2