Jalinsum Tapsel Macat 14 Km, Aek Sijorni Ke Sidimpuan Tambah 3 Jam

  • Bagikan

TAPSEL (Waspada): Arus lalulintas dari dan ke lokasi objek wisata Aek Sijorni, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengalami kemacatan sekitar 14 Kilometer, Rabu (4/5/2022).

Laju kendaraan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) itu padat merayap. Jarak tempuh dari Aek Sijorni Tapsel menuju Kota Padang Sidempuan bertambah 3 jam atau 30 menit pada hari biasa menjadi 3,5 jam akibat padatnya lalulintas kendaraan.

Kemacatan ini diakibatkan banyaknya pengunjung yang mendatangi lokasi objek wisata Aek Sijorni. Ratusan kendaraan pengangkut ribuan orang pengunjung dari berbagai daerah, diparkir di kiri kanan Jalinsum.

Ditambah lagi banyaknya warga pengguna kendaraan yang melintas untuk bersilaturahmi hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah dari arah Panyabungan menuju Padang Sidimpuan dan sebaliknya. Kemudian adanya keramaian pekan di Desa Tolang.

Kasat Lantas Polres Tapsel AKP Sofyan Nasution dan Kadis Pariwisata Tapsel Abdul Saftar Harahap, tampak sibuk mengarahkan anggota di lapangan. Mulai dari mengurai kemacatan sampai mengatur warga yang melintasi jembatan gantung (rambin) ke lokasi objek wisata.

“Hari ini jumlah pengunjung mencapai 6.000 orang. Pada hari pertama dan kedua lebaran kemarin hampir dua kali lipat. Dilihat dari plat nomor kendaraan yang parkir, pengunjung ini datang dari berbagai daerah dan provinsi,” jelas AKP Sofyan.

LALULINTAS di Jalinsum Aek Sijorni Tapsel pada Rabu (4/5/2022) siang sampai sore, mengalami kemacatan dan panjang antrean mencapai 14 kilometer. (Waspada/Sukri Falah Harahap)

Situasi ini, tambah Abdul Saftar, sudah biasa mereka hadapi pada saat libur hari-hari besar keagamaan khususnya Idul Fitri. Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sayurmatinggi ini mengaku sudah bertugas bersama anggotanya di Aek Sijorni sejak hari pertama lebaran.

“Saya bersama anggota, personil Polres Tapsel, Kodim 0212/TS, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Dinas Kesehatan sudah terbiasa selesai shalat Idul Fitri langsung kerja seperti ini. Silaturahmi ke keluarga dan sahabat hanya malam hari, itupun jika terkejar,” terangnya.

Pantauan di lapangan, macat arus lalulintas mulai sejak pukul 09:30. Diawali banyaknya kendaraan berhenti sebentar mencari tempat parkir di sekitar dua jembatan gantung pintu masuk ke lokasi objek wisata. Lama kelamaan lalulintas menjadi macat.

Kemacatan semakin cepat terjadi akibat adanya pengendara yang coba memotong jalan dan diikuti pengendara lainnya. Namun tiba-tiba berhenti karena ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Antrean menjadi berlapis dan terjadilah kaemacatan.

Sedikitnya enam orang personil Satlantas Polres Tapsel tampak mengendarai sepedamotor bolak-balik mendatangi setiap titik penyebab kemacatan. Kemudian mengurainya agar lalulintas kembali normal meskipun dalam kondisi padat merayap. (a05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *