Waspada
Waspada » Jalan Sunyi Sang Perwira Kembalikan Citra
Sumut

Jalan Sunyi Sang Perwira Kembalikan Citra

Pagi itu cuaca cukup cerah, matahari telah naik sepenggalah tersenyum menyapa. Hingar bingar deru kendaraan tak terdengar seperti hari-hari sebelumnya.

Di tengah suasana sunyi senyap, sayup sayup terdengar derap langkah kaki beriringan masuk ke lapangan hijau, satu komando menciptakan harmoni barisan tersusun rapi.

“Siap gerak, lancang kanan gerak, tegak gerak, rapikan barisan,” perintah komandan upacara setengah berteriak kepada ratusan orang di depannya yang telah berbaris rapi.

Hari itu, Selasa 15 September 2019 pukul 09.00, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira memimpin Apel Pencanangan Program Polmas Polisi Rindu Masyarakat (PRM) di Lapangan Mapolres setempat. Kapolres dalam amanatnya menjelaskan PRM bertujuan menciptakan kedekatan masyarakat dengan polisi, menghilangkan stigma negatif masyarakat takut polisi, serta meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.

PRM sebutnya melibatkan seluruh personel Polres Tanjungbalai mulai dari kapolres sampai bawahan dengan turun langsung dari pintu ke pintu ke rumah masyarakat. Selain itu, PRM juga mengutamakan pemberantas narkotika yang saat ini sudah menyasar seluruh lapisan masyarakat. Tak luput, penegakan hukum untuk tindak pidana umum juga tetap menjadi prioritas.

“Saya datangi rumah-rumah warga, supaya menyentuh seluruh lapisan masyarakat baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat sehingga terciptanya situasi yang kondusif di Kota Tanjungbalai,” ujar mantan Kasat Reskrim Polresta Medan ini.

Niat baik tak selamanya semulus yang diinginkan, banyak yang menerima namun tak sedikit pula yang mencibir, apatis, dan masa bodoh karena menganggap PRM hanya pencitraan. Berbagai tantangan dan jalan berliku ditambah stigma ‘kota kerang’ sebagai sarang narkoba dan penyelundupan yang dibekingi para oknum ‘aparat penjahat’, tak membuat surut semangat sang perwira mengembalikan nama baik Kota Tanjungbalai dan juga citra kepolisian.

Bulat, iya, tekad itu telah bulat, Ajun Komisaris Besar Putu Yudha tetap kekeh melanjutkan programnya melewati ‘jalan sunyi’ tanpa hingar bingar teriak sana teriak sini. Perwira dua melati di pundak ini pun mulai menyambangi rumah masyarakat, memberikan bantuan bagi warga yang sangat membutuhkan, baik materil maupun pendampingan.

Sederet nama yang telah disapa dan dibantu tak cukup muat untuk dituliskan di sini mulai dari anak yatim piatu, anak penderita penyakit yang butuh biaya, para supir angkutan, penarik becak, pedagang, pengamen jalanan, pemulung, paramedis, tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi, maupun berbagai lapisan masyarakat lainnya.

Namun tak enak rasanya bila tak menyebutkan beberapa yang telah disapa dan dibantu pria berdarah Bali ini. Antara lain anak penderita Tumor mulut, Muhammad Al-Wahdy, balita penderita kelainan usus, Fakhrul Rozi, menyantuni Suci Ramadani, 15, Aidil Adha, 12, yatim piatu yang diasuh neneknya, memberikan buku tabungan kepada sopir angkutan di tengah Covid 19, serta banyak lagi aksi nyata kemanusiaan oleh perwira menengah ini.

Selain sambang rumah warga, jalan penegakan hukum juga dilakukan dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka bandar narkoba dan jaringannya, pelaku kriminal pencurian kendaraan, serta tindak pidana lainnya. Sebagai bentuk apresiasi, Kapolres memberikan hadiah dan penghargaan kepada anggotanya yang berprestasi.

Sebaliknya, kapolres tak segan-segan menindak personelnya yang diduga terlibat tindak pidana narkotika. Hal itu demi mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memperbaiki citra baik polri sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

Sekdakot Tanjungbalai, Yusmada Siahaan SH mewakili Pemko Tanjungbalai memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira atas berbagai upaya untuk mengembalikan citra Kota Tanjungbalai maupun Polri itu sendiri. Yusmada juga mengucapkan terimakasih karena telah membantu masyarakatnya yang sangat membutuhkan uluran tangan.

“Pemerintah Kota Tanjungbalai berharap program Polisi Rindu Masyarakat tetap dilanjutkan, masyarakat saat ini memang sangat merindukan apa yang dilakukan kapolres,” ucap Yusmada.

Anggota DPRD Kota Tanjungbalai, Eriston Sihaloho mendukung program PRM karena kegiatan ini sangat positif. PRM ujarnya menghilangkan paradigma selama ini yang takut terhadap polisi. PRM ini juga menyasar Kota Tanjungbalai yang saat ini darurat narkoba

“Jadi, apabila polisi ada di tengah masyarakat, otomatis generasi muda kita bisa mendapat sosialisasi bahaya narkoba dan jauh dari tindakan kriminal,” ucap Eriston.

Sementara, praktisi pendidikan Kota Tanjungbalai, Rahmat Hidayat Simajuntak mengatakan Program Polisi Rindu Masyarakat salah satu langkah untuk mengembalikan citra polisi sebagai pelayan masyarakat. Selama ini ujarnya, bila mendengar kata ‘Polisi’, selalu disandingkan dengan hal negatif seperti “86 gergaji dunia”, yang mana semua itu ujung-ujungnya duit.

Ironisnya hanya beberapa oknum yang melakukan hal negatif namun nama sebuah institusi yang tercoreng. Bahkan ada sentilan di tengah masyarakat mengatakan ‘kalau kita kehilangan kambing, janganlah melapor ke polisi, sebab untuk mengurusnya sudah bisa beli lembu’.

Secara pribadi kata Rahmat, dirinya mengapresiasi langkah langkah kapolresta Tanjungbalai bersama jajarannya mengunjungi dan bersilaturahmi kepada para ulama, tokoh masyarakat, pemulung di daerah TPA.

“Program adalah upaya ‘jemput bola’ mengembalikan citra polisi. Harapan saya, kiranya Polres Tanjungbalai meningkatkan sosialisasi ke sekolah untuk mengingatkan bahaya narkoba, kenakalan remaja, bijak bermedia sosial, dan tata tertib berlalu lintas,” ucap Rahmat Hidayat yang juga staf pengajar di MTS YMPI Seitualang Raso Kota Tanjungbalai.

Sedangkan, Ketua Ormas Forum Ummat Islam (FUI) Kota Tanjungbalai, Indra Syah berharap PRM dapat menciptakan kemitraan yang setara antara polisi dan masyarakat, meningkatkan harmonisasi sosial dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat Kota Tanjungbalai.

Sekitar 10 bulan program ini katanya telah terlaksana dan sangat terlihat nyata hasilnya. Karena PRM ini tidak bertepuk sebelah tangan, masyarakat juga rindu akan hadirnya polisi yang ramah dan melindungi.

“Masyarakat rindu polisi ramah, bersih, berwibawa, melayani, dan melindungi. Saya mewakili tokoh agama dan masyarakat menerima dengan senang hati agar hubungan kerinduan yang baik ini kita jaga dan rawat,” ucap Indra Syah.

Sangat dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam bersinergi dan mendukung Polri melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenangnya.
Dengan adanya program PRM ,masyarakat bertambah percaya bahwa polisi akan melaksanakan tugasnya dengan kompeten, membuat lahirnya hubungan rasa percaya dan kerjasama antara polisi dan masyarakat. PRM telah sukses dan layak menjadi Pilot Projek bagi Polres seluruh Indonesia.

Penulis: Rasudin Sihotang

(Artikel ini mengikuti lomba karya tulis Polres Tanjungbalai dengan Tema Polisi Rindu Masyarakat)

Keterangan foto:
Waspada/Ist

1. Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira membesuk, memberikan bantuan, dan pendampingan terhadap balita penderita tumor mulut, Muhammad Al Wahdy.

2. Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira membesuk, memberikan bantuan, dan pendampingan kepada balita penderita kelainan usus, Fakhrul Razi.

3. Kapolres Tanjungbalai tertawa lepas saat ngobrol dengan seorang warga Kota Tanjungbalai.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2