Jalan “Dijual” Asahan Telan Rp 68,4 M
Pernah Gagal Tender

  • Bagikan

KISARAN (Waspada): Jalan Pasal XI, Silo Bonto, Kab Asahan- Tanjungbalai rusak parah dan sempat dipasang spanduk “Jalan Dijual”, akhirnya akan dibangun Pemprov Sumut pada 2022-2023 dengan menelan biaya Rp68,4 M, dan dana ini bagian dari anggaran Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi untuk Kepentingan Strategis Daerah Provinsi Sumut sebesar Rp2,7 Triliun.

Berdasarkan penelusuran Waspada di LPSE Provinsi Sumut, pada 2019 dengan Kode Tender 9510027, Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Pasar XI-Silo Bonto-Pematang Sei Baru- Kota Tanjung Balai di Kabupaten Asahan, dengan nilai Rp10 M gagal tender, karena 88 peserta tidak ada yang memenuhi syarat.

Anggota Komisi C DPRD Kab Asahan Pajar Prianto, saat berbincang dengan Waspada, Selasa (10/5), menuturkan bahwa Jalan Pasar XI itu sudah lama rusak, sehingga dirinya bersama rekannya di Komisi C melakukan koordinasi berulang kali dengan PU PR Provinsi Sumut. Tidak hanya itu dirinya melakukan lobi-lobi dengan DPR saat reses di Asahan, sehingga Pasar XI itu bisa dibangun.

“Alhamdulillah, akhirnya Pemprov Sumut melalui Dinas Bina Marga dan Konstruksi Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 68,4 Miliar untuk Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Pasar XI-Silo Bonto-Pematang Sei Baru- Kota Tanjung Balai di Kabupaten Asahan sepanjang 12 Km. Pembangunan ini memakan waktu sekitar dua tahun (2022-2023), yang dibagi dalam dua segmen, sekitar 5 Km dan 7 Km,” jelas Pajar.

Pajar mengatakan, awalnya Pemprov Sumut rencananya akan menggelontorkan dana Rp 1,7 Triliun untuk pembangunan infrastruktur di Sumut , dan Asahan mendapat sekitar Rp50 Miliar, dilakukan pendekatan dengan menyampaikan aspirasi masyarakat dan jumlah itu berubah menjadi Rp2,7 Triliun, dan Asahan mendapatkan bagian cukup banyak dari kabupaten/kota lain.

“Saya kira, pembangunan Jalan Pasar XI-Silo Bonto-Pematang Sei Baru- Kota Tanjung Balai, adalah anggaran tertinggi bila dibandingkan kabupaten/kota yang ada di Sumut. Terima kasih kami ucapkan kepada Pemprov Sumut,” jelas Pajar.

Senada dengan Anggota Komisi C DPRD Muttakin, menuturkan jalan pasar XI itu rusak sekitar hampir lima tahun, namun kini jalan ini akan dibangun, sehingga memudahkan akses masyarakat terutama dalam meningkatkan perekonomian. Disinggung dengan spanduk “jalan dijual”, Muttakin menanggapi hal itu sebagai hal lumrah dari kekecewaan masyarakat karena kondisi jalan terlalu parah, sehingga Komisi C menyampaikan aspirasi itu.

“Aspirasi masyarakat sudah tercapai, dan jalan dalam waktu dekat akan dibangun,” jelas Muttakin.

Rp228,96 Miliar, 11 Item

Sedangkan Kepala UPT Dinas Bina Marga Tanjungbalai Syarial Efendi, saat dikonfirmasi Waspada, menuturkan untuk di Kab Asahan pembangunan 2022-2023 dengan total Rp228,96 Miliar dengan pembagian 11 item, jumlah itu bagian dari dari anggaran Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi untuk Kepentingan Strategis Daerah Provinsi Sumut sebesar Rp2,7 T.

Untuk Peningkatan Struktur Jalan Provinsi sebanyak sembilan item dengan panjang 45,8 Km, yaitu Pasar XI-Silo Bonto-Pematang Sei Baru- Kota Tanjung Balai di Kabupaten Asahan sepanjang 12 Km sebesar Rp68,4 Miliar, dan sudah proses lelang dimenangkan oleh PT Waskita Karya, dengan limit waktu harus selesai selama 18 bulan atau 2022-2023. Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Jurusan Pasar XIX (Pembangunan)-Sei Dua-Pasar banjar sepanjang 5 Km Rp28,5 Miliar. Pembukaan Jalan Gertak Serong-Sarang Elang-Sei Sembilang- bts Labura sepanjang 10 Km Rp20 Miliar. Pembangunan Jalan T.Balai (pangkal Tembok) Pasar I-Bts Labura sepanjang 7 Km Rp 39,9 Miliar. Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Bts Simalungun-Sionggang sepanjang 2,6 Km Rp 15,6 Miliar. Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Sionggang-Kisaran sepanjang 4,2 Km Rp 25,2 Miliar. Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Jurusan P Rakyat-Bandar Pulau (desa Tangga) sepanjang 2 Km Rp 11,4 Miliar. Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Bandar Pulau (Desa Tangga) – Bts Tobasa sepanjang 2 Km Rp 11,4 Miliar. Pemeliharaan Berkala di ruas Jalan Provinsi Jurusan Kisaran-Air Joman-Bts Kota Tanjungbalai 1 Km Rp 4 Miliar.

Kemudian untuk pemeliharaan Box Culvert Sei Loba 4 pada Jalan Provinsi Jurusan Pasar I – Pasar XIX (Perbangunan-Sei Dua -Pasar Banjar) 6 Meter Rp 1,92 Miliar, dan Pembangunan Saluran Drainase pada ruas jalan Provinsi di Kab Asahan sepanjang 4 Km Rp 2,640 Miliar.

“Kita menyadari, tidak semua pembangunan bisa dilakukan dengan menyeluruh, namun perhatian Pemprov Sumut kepada Asahan cukup banyak, terbukti pembangunan terus dilakukan dan dilakukan dengan bertahap. Kita berharap masyarakat bisa bersabar,” jelas Syahrial. (a02/a19/a20)

Keterangan foto: Kondisi jalan Pasar XI mengalami rusak parah dan sempat ada spanduk “Jalan dijual” namun sudah dicopot. Untuk tahun ini jalan tersebut akan dibangun. Waspada/Sapriadi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.