Waspada
Waspada » Jalan 4 Dusun Di Desa Kuala Bangka Memprihatinkan
Sumut

Jalan 4 Dusun Di Desa Kuala Bangka Memprihatinkan

Infrastruktur jalan menuju 4 Dusun yakni Dusun Tangkahan Manggis, Makmur Bersama, Dosroha dan Patok Bosi, Desa Kuala Bangka, Kec. Kualuh Hilir sangat memperhatikan.

AEKKANOPAN (Waspada) : Terdapat 4 Dusun menuju Dusun Tangkahan Manggis, Makmur Bersama, Dosroha dan Patok Bosi, Desa Kuala Bangka, Kec. Kualuh Hilir sangat memperhatikan.

Pantauan Waspada di lokasi, dari Pekan Kuala Bangka menuju 4 dusun jalan lintas di penuhi lumpur dengan kedalaman lobang mencapai 50 centimeter, sehingga sulitnya dilalui roda 4.

Mayoritas warga 4 dusun tersebut bercocok tanam padi dan sawit. Sulitnya mengeluarkan hasil panen maka harga gabah dan sawit semakin murah dikarenakan ongkos angkutan transportasi yang cukup mahal.

Warga Dusun Makmur Bersama Ramson Tampubolon memohon pada Paslon Bupati-Wakil Bupati Labura yang terpilih pada Pilkada 9 Desember mendatang kiranya adanya perubahan jalan dari Aekkanopan ke dusun kami masing-masing.

“Kalau Bapak Ali Tambunan-Raja Panusunan Rambe menang, kami meminta permohonan yaitu perubahan jalan dari Aekkanopan ke dusun kami. Belakangan ini kami kecewa sekali, mungkin dana perbaikan badan jalan dipangkas oleh oknum tertentu”, kata Ramson pada Waspada.

Ramson juga menyebutkan, pemimpin yang lalu mungkin hanya memikirkan kepentingan keluarga. Banyak bantuan tidak sampai 100 persen di dusun Tangkahan Manggis, Makmur Bersama, Dosroha dan Patok Bosi.

“Kami berharap, kiranya Paslon nomor urut 2 bisa menang dan kami minta perubahan jalan agar transportasi berjalan lancar. Pengangkutan padi tidak sampai ke Labura karena Infrastruktur tidak memadai, gabah dari Desa Kuala Bangka di jual ke Kabupaten Labuhanbatu”, imbuhnya.

Jakson Siboro warga Patok Bosi juga menanggapi, mulai berdiri Labura, baru Paslon nomor urut 2 yang datang ke dusun ini, kami sangat bangga kehadiran Ali Tambunan-Raja Panusunan Rambe.

“Yang kami keluhkan adalah jalan, kalaupun ada jalan yang sedikit baik disini adalah hasil swadaya masyarakat atau dana gotong royong petani”, katanya.

Menanggapi keluhan warga, Ali Tambunan menyebutkan, belum ada perubahan pembangunan dusun di desa-desa di Kec. Kualuh Hilir.

“Saya melihat betapa indahnya Dusun Dosroha, Tangkahan Manggis, Tangkahan Bosi dan Makmur Bersama, masalahnya sekarang adalah pembagian pemerataan jalan itu belum adil. Banyak pelayanan Infrastruktur kurang perhatian dan tidak tepat sasaran”, katanya.

Sambung Ali Tambunan, jangan jalan yang sudah permanen dicampuri dari APBD atau DD. Banyak sumber DD untuk membangun jalan, maka untuk pemilihan Kades akan datang pikirkan siapa yang harus dipilih.

“Kami punya program infrastruktur jalan, gedung, pendidikan, perekonomian, kesejahteraan dan ketenagakerjaan. Di Dusun ini mana yang sangat dibutuhkan itu yang di dahulukan seperti jalan yang bisa menumbuhkan perekonomian, jika jalan bagus tentunya perekonomian lancar”, ungkapnya pada warga.

Kualuh Hilir dan Kualuh Leidong infrastruktur jalannya harus diprioritaskan, karena dua kecamatan ini adalah salah satu penghasil padi terbesar khususnya di Sumatera Utara. Beras dari Kualuh Leidong dan Kualuh Hilir cukup di kenal se Sumatera Utara, tambah Ali Tambunan. (c04/B).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2