Waspada
Waspada » Izin Galian C Di Langkat Hulu Terbit Meski Warga Tak Setuju
Sumut

Izin Galian C Di Langkat Hulu Terbit Meski Warga Tak Setuju

Rudi Alfahri menyerap aspirasi warga Bahorok. Persoalan galian C menjadi masalah utama. Izin Galian C Di Langkat Hulu Terbit Meski Warga Tak Setuju. Waspada/Ria Hamdani
Rudi Alfahri menyerap aspirasi warga Bahorok. Persoalan galian C menjadi masalah utama. Izin Galian C Di Langkat Hulu Terbit Meski Warga Tak Setuju. Waspada/Ria Hamdani

BAHOROK (Waspada): Galian C di wilayah Langkat Hulu masih menjadi gunjingan di tengah masyarakat.

Bahkan, ketika anggota Komisi A DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti melaksanakan reses di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Sabtu (27/2), masyarakat di sana juga membeberkan terkait persoalan galian C tersebut.

Seperti yang disampaikan Rahman, galian C yang beroperasi di wilayah Langkat Hulu, khususnya wilayah Bahorok, dan terkhusus wilayah Timbang Lawan, perlu adanya kajian atau penelitian ulang terkait izin operasional yang diberikan Pemprovsu.

Karena menurut Rahman, semua masyarakat khususnya yang mencari kehidupan dari sungai telah melakukan penolakan terhadap usaha galian C tersebut.

“Surat penolakan sudah diserahkan ke Gubsu melalui Wagubsu. Bahkan tahun 2014 masyarakat sudah membuat mosi atau demo untuk menolak galian C. Tapi entah apa ceritanya, izin galian C tetap diberikan,” kata Rahman.

“Entah masyarakat mana yang mendukung kami pun tak tahu. Makanya ada indikasi manipulasi administrasi dalam penerbitan usaha galian C ini. Karena itu kami berharap agar pihak terkait dapat mengkaji ulang izin yang diterbitkan,” tambahnya.

Rahman berharap, agar Sungai Bahorok yang dimulai dari batas TNGL hingga ke pemukiman warga, dengan panjang sekitar 9,5 Km dapat terbebas dari galian C.

“Yang terjadi sekarang ini, areal 9,5 Km itu sudah hampir milik pengusaha. Karena menurut mereka (pengusaha), dari 9,5 Km itu, sebanyak 22 hektar sudah punya mereka dan bisa digali,” ungkap Rahman.

Akibat aktivitas galian C ini, lanjut Rahman, tanah-tanah warga tergerus erosi dan kebun sawit habis.”Sekarang ini, sungai yang tadinya berpantai sudah bertebing. Bahkan sedikit demi sedikit tergerus dan jika dibiarkan tentunya menghabisi kebun-kebun warga,” bebernya.

Melihat kondisi ini, Rahman berharap agar Gubsu, Wagubsu, dan DPRD Sumut dapat menindak lanjuti persoalan tersebut. “Sungai ini nadi warga Bahorok. Jika dibiarkan Bahorok bisa tenggelam. Gubsu, Wagubsu, dan DPRD Sumut sudah turun ke daerah kami. Maka tolong ditindak lanjuti,” harapnya.

Menanggapi persoalan itu, Rudi Alfahri Rangkuti menegaskan, bahwa DPRD Sumut kerap berdebat dengan pihak terkait di provinsi ketika membahas tentang galian C.

“Tidak hanya di Langkat, persoalan serupa hampir terjadi di Sumut. Bahkan ada temuan kami, izinnya cuma satu, tapi pengusaha yang sama bisa membuka galian di tempat lain dengan izin yang sama juga. Makanya kami sering berdebat soal galian C,” ungkapnya.

“Galian C ini akan saya koordinasikan lagi dengan pihak terkait di Sumut. Gubsu, Wagubsu, dan DPRD Sumut sudah turun ke Bahorok. Kalau gak tuntas juga, bingung kita ini. Dokan saya, mudah-mudahan dapat persoalan ini ditindak lanjuti pihak terkait,” imbuhnya.

Kepada wartawan, Rudi Alfahri mengakui, selama reses yang dilakukan, banyak aspirasi warga Langkat yang sudah ditampung, mulai dari infrastruktur, bantuan pembangunan rumah ibadah, alat pertanian, kelangkaan pupuk, galian C, dan bantuan ternak.

“Saya reses mulai dari Tanjung Pura, Secanggang, Babalan, Kecamatan Binjai, Batang Serangan, dan terkahir di Bahorok. Aspirasi warga kita tampung dan menjadi pokok pikiran untuk dibahas ke tingkat provinsi,” ujar Rudi. (a34)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2