Waspada
Waspada » Isu Pemberantasan Korupsi Belum dipastikan Jadi Materi Debat Kandidat ke 2 Pilkada Labura  
Sumut

Isu Pemberantasan Korupsi Belum dipastikan Jadi Materi Debat Kandidat ke 2 Pilkada Labura  

AEKKANOPAN (WASPADA): Jelang debat kandidat ke 2 yang akan digelar pada tanggal 2 Desember nanti di Labura, isu materi debat kembali menjadi perbincangan hangat warga masyarakat, terutama tentang komitmen para paslon terhadap pemberantasan korupsi di Labura.
Namun amat disayangkan, hal tersebut belum dapat dipastikan oleh KPUD Labura masuk dalam materi pada debat kandidat ke 2 nanti, hal tersebut dikatakan oleh ketua KPUD Labura Heriamsyah Simanjuntak menjawab waspada Rabu (25/11) melalui telfhon selular.
“Belum dapat kita pastikan apakah materi isu pemberantasan korupsi dan komitmen para paslon terkait pemberantasan korupsi masuk dalam materi debat ke 2 nanti,” ucapnya.
Heriamsyah Juga menambahkan bahwa penyusunan materi debat sebelumnya akan didiskusikan bersama team panelis.
“Masih ada beberapa hari lagi waktu sebelum jadwal acara debat kandidat digelar, jadi untuk menentukan materi apa yang akan diangkat dalam debat ke 2 nanti akan kita diskusikan bersama team panelis, jadi bukan tidak mungkin pula isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu materi, namun keputusannya tetap harus didiskusikan bersama panelis,” ujarnya.
Sementara itu salah seorang putra Labura yang berprofesi sebagai advocat berkantor di kota Medan Ahmad Murtadho SH menyayangkan jika pihak KPUD Labura tidak memilih opsi isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu materi pada debat ke 2.
“Sebagai penyelenggara pemilihan calon kepala daerah KPUD Labura juga memiliki peran penting dalam upaya tindak pencegahan korupsi kedepan, maka pemilihan materi pemberantasan korupsi menjadai hal yang wajib menjadi salah satu opsi pilihan materi,” ucapnya kepada waspada melalui sambungan selular Rabu (25/11).
Selain itu Ahmad Murtadho SH mengkritisi sikap KPUD Labura yang seakan ragu dalam menjadikan isu pemberantasan korupsi pada materi debat, beliau menilai keraguan pihak KPUD Labura bisa menimbulkan tanda tanya besar dimasyarakat akan komitmen mereka dalam pemberantasan korupsi khususnya di Labura.
“Menjadi sedikit aneh, jika pihak KPUD Labura tidak memahami situasi di Labura terkhusus persoalan hukum yang saat ini menyeggol kepala daerah, maka sudah sepantasnya pihak KPUD Labura menggali sejauhmana komitmen para paslon yang saat ini berkompetisi dalam hal pemberantasan korupsi di Labura.”
“Sebagai salah seorang putra Labura saya merasa kecewa jika opsi itu tidak di ambil oleh pihak KPUD Labura, lebih dari itu, hal tersebut dapat menimbulkan asumsi publik jika pihak KPUD Labura sendiri tidak pro terhadap pemberantasan korupsi di Labura ,” tambahnya. (cim)

Keterangan Fhoto : ist.
Ketua KPUD Labura Heriamsyah Simanjuntak(kanan) dan Ahmad Murtado SH (kiri

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2