Waspada
Waspada » IRT Di Sergai Temukan Peluru Mortir
Headlines Sumut

IRT Di Sergai Temukan Peluru Mortir

Tim Jibom Brimob Poldasu saat akan meledakkan peluru mortir temuan IRT warga Desa Batu 12, Selasa (9/6) di areal perkebunan PTPN III Kebun Sarang Giting, Dusun II, Desa Sarang Torop, Kec. Dolok Masihul. Waspada /Ist
Tim Jibom Brimob Poldasu saat akan meledakkan peluru mortir temuan IRT warga Desa Batu 12, Selasa (9/6) di areal perkebunan PTPN III Kebun Sarang Giting, Dusun II, Desa Sarang Torop, Kec. Dolok Masihul. Waspada /Ist

DOLOKMASIHUL (Waspada): Seorang ibu rumah tangga (IRT) Mahlilla Br Sipayung, 52, warga Dusun I, Desa Batu 12, Kec. Dolok Masihul, Kab. Serdangbedagai (Sergai), Senin (8/6) siang kemarin menemukan benda diduga peluru mortir.

Penemuan benda diduga peluru mortir tersebut sempat menghebohkan warga setempat, bahkan masyarakat Kec. Dolok Masihul.

Menurut Mahlilla, dirinya menemukan benda berbentuk peluru mortir tersebut, saat mencari ikan, yang tanpa sengaja memegang sebuah bongkahan tanah yang sudah mengeras

Setelah itu Mahlilla membersihkan benda mirip peluru mortir tersebut dan membawanya pulang. Begitu tiba di rumah, warga sekitar heboh, hingga melaporkan penemuan benda diduga peluru mortir aktif ke Polsek Dolok Masihul.

Menindaklanjuti laporan warga, pihak Polsek Dolok Masihul langsung turun ke lokasi penemuan untuk mengamankan benda yang diduga peluru mortir aktif ke Mapolsek Dolok Masihul.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang kepada Wartawan, Selasa (9/6) membenarkan penemuan benda diduga peluru mortir, temuan masyarakat Desa Batu 12 Dolok Masihul .

“Penemuan tersebut sudah kita laporkan ke Tim Jibom Brimob Polda Sumut dan akan dilakukan tindakan disposal atau peledakan terhadap benda diduga peluru mortir,” terang AKBP Robin Simatupang.

Ditambahkan Kapolres, tindakan disposal terhadap benda diduga peluru mortir dilakukan di areal perkebunan PTPN III Kebun Sarang Giting, Dusun II, Desa Sarang Torop, Kec. Dolok Masihul pada hari ini, Selasa (9/6) siang.

“Peluru mortir ditanam ke dalam lubang sedalam 30 centimeter, lalu diledakkan dari jarak 50 meter melalui alat pemicu oleh Tim Jibom Brimob Polda Sumut,” sebut AKBP Robin.

Peluru mortir lanjut Kapolres, diduga merupakan peninggalan Belanda pada zaman dahulu dengan ukuran panjang 30 centimeter, berdiameter 10 centimeter dengan daya ledakan lebih kurang 30 meter.(a15/C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2