Waspada
Waspada » Imbas Longsor Di Brastagi Harga Sayuran Mahal
Sumut

Imbas Longsor Di Brastagi Harga Sayuran Mahal

PEDAGANG di Pasar MMTC Jumat(4/12) pagi tidak seramai biasanya akibat truk pengangkut sayur mayur belum tiba dari Brastagi-Tanah Karo. Imbas longsor di Brastagi harga sayur jadi mahal. Waspada/Anum Saskia
PEDAGANG di Pasar MMTC Jumat(4/12) pagi tidak seramai biasanya akibat truk pengangkut sayur mayur belum tiba dari Brastagi-Tanah Karo. Imbas longsor di Brastagi harga sayur jadi mahal. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Seorang pedagang sayur keliling di Deli Serdang mengaku, imbas musibah tanah longsor yang terjadi di kawasan Jalan Medan-Brastagi telah menyebabkan harga sayuran jadi mahal.

Atmo, pedagang sayur keliling yang setiap pagi menjual sayur mayur dan ikan ke pemikaman penduduk di Jl Pancing-Komplek Ar Rahman Kemuning, Sampali, Jumat (4/12) mengaku imbas longsor di Brastagi harga aneka sayuran mahal di pusat perbelanjaan.

Karenanya, diapun hanya membawa dagangan terbatas.

“Ia, sampai pukul 07 pagi, belum bisa belanja, kata pedagang di pusat pasar, imbas longsor di Jalan Brastagi, truk pengangkut barang hasil pertanian tidak bisa cepat sampai, akhirnya hanya bisa beli sayuran yang kemarin dan harga jadi mahal,” katanya.

Amatan Waspada di Pasar MMTC William Iskandar Medan, sejumlah lapak pedagang penjual sayur mayur dan beragam hasil pertanian terlihat tidak seramai biasanya. Hal ini terkait dengan terhambatnya kedatangan pemasok hasil pertanian dari Tanah Karo.

“Ya, belum masuk truk pengangkut sayur mayur. Ini sebagian masih pasokan kemarin, ” kata Bang Regar pedagang di tempat itu yang menyebutkan setiap hari komoditas pertanian seperti tomat, cabai, sawi pahit, brokoli, kol, kentang, sangat minim. Padahal, komoditas ini melimpah setiap harinya.

Suplai 15 Ton Sayuran

Hal senada diakui pedagang bermara, Sembiring di pasar MMTC, kata dia,biasanya setiap hari rata-rata menyuplai 15 ton aneka jenis sayuran, namun longsor membuat pasokannya tidak bisa masuk ke kota Medan.

“Ini yang ada sisa yang semalam, kalau yang hari ini belum ada masuk. Biasanya jam 10 malam sampai jam 3 pagi, sudah bongkar barang. Ini sampai sekarang belum masuk,” ujarnya.

Hari ini sambungnya, tomat yang biasa dibandrol Rp5000/kg untuk angkat keranjang, harganya juga melambung. Sedangkan untuk harga eceran yang biasanya diharga Rp 8000/kg, sudah tembus Rp10.000 hingga Rp12.000/kg.

Tono pedagang sayuran lainnya juga mengamini pasokan yang terbatas akibat longsor yang terjadi.

“Ngak ada masuk barang, otomatis lah. Semua naik, sekarang cabai merah sudah Rp45 ribu. Semalam masih Rp35.000,” ujarnya seraya menambahkan untuk tomat stoknya justru kosong sama sekali.

Sedangkan harga lain juga mengalami peningkatan seperti buncis yang biasa Rp8000/kg menjadi Rp 10000, brokoli Rp 15000 naik dari Rp 13000. Sawi putih Rp7.000 naik dari Rp 5000/kg. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2