Waspada
Waspada » Illegal Logging Merajalela Di TNGL Besitang
Sumut

Illegal Logging Merajalela Di TNGL Besitang

SEBAGIAN barang bukti kayu olahan hasil illegal logging diamankan petugas dari kawasan TNGL Besitang. Waspada/Ist

BESITANG (Waspada): Aksi illegal logging di kawasan hutan hujan tropis dataran rendah TNGL Resort Sekoci, Kec. Besitang, Langkat, merajalela.

Warga merasa kecewa, karena para pelaku terkesan tidak tersentuh tangan hukum.

Sahrel, salah seorang warga kepada Waspada, Senin (20/7) mengatakan, aksi illegal logging di kawasan TNGL, khususnya di Resort Sekoci sudah berjalan selama belasan tahun.

“Aksi ini sudah berjalan sejak tahun 2008 lalu,” ujarnya.

Dia menilai, petugas TNGL kurang maksimal melakukan penindakan terhadap komplotan pelaku pembalakan liar.

Padahal, aksi ilegal jelas yang melanggar hukum ini berdampak menimbulkan terjadinya kerusakan ekosistem hutan.

“Petugas TNGL tampaknya tak mampu untuk menghentikan aksi ini, padahal kami sudah berulang kali melaporkannya,” kata Sahrel sembari menambahkan, kemarin ada sekitar 6 ton kayu olahan ditemukan di dalam kawasan dan sebagiannya telah diamankan TNGL.

Masyarakat kecewa kenapa sampai saat ini aksi penebangan pohon bisa terus terjadi di TNGL.

Warga menyatakan, mustahil rasanya petugas Balai Besar TNGL tidak mengetahui adanya aksi ilegal ini di wilayah kerjanya.

Puluhan anggota OKP FKPPI Rayon Kec. Sei. Lepan bersama warga, Minggu (19/7), turun ke kawasan TNGL.

Mereka menunjukan sikap penentangan terhadap aksi illegal logging yang merusak lingkungan dan meminta pelaku diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Kasubag Evlap dan Humas BBTNGL, Sudiro, dikonfirmasi Waspada pada hari yang sama menyatakan, tim TNGL SPTN Wilayah VI Besitang sudah menyita barang bukti kayu olahan jenis damar dan meranti hasil illegal logging dari dua lokasi.

Ditanya apakah identitas pelaku illegal logging sudah dapat teridentifikasi, dia menegaskan, identitas pelaku sudah diketahui.

“Saat ini tim TNGL sedang melakukan proses penyelidikan di lapangan,” terangnya.

Menyinggung adanya pernyataan dari warga bahwa aksi illegal logging sudah berlangsung selama belasan tahun, Sudiro tampaknya tidak menampik. Bahkan, ia mengakui bahwa aksi kejahatan ini sudah berlangsung lama.(a10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2