Waspada
Waspada » Ilegal Logging Marak Di Kuala Beringin Labura
Sumut

Ilegal Logging Marak Di Kuala Beringin Labura

 

AEKKANOPAN (Waspada) : Praktek ilegal logging di Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuhhulu, Kabupaten Labura semakin marak, sehingga kawasan hutan di desa tersebut semakin gundul.

Informasi diterima Waspada, beberapa malam lalu tepatnya, Rabu (17/2) malam pihak Dinas Kehutanan UPT. Kesatuan Pengelolaan Kehutanan (KPH) Wilayah V Aekkanopan menangkap kayu bahan jadi dugaan ilegal logging di Pantai I Desa Kuala Beringin.

Namun kayu yang ditaksir sekitar 5 ton di pinggir sungai tidak disita pihak kehutanan, hanya membawa barang bukti sebanyak 2 batang menggunakan mobil doable cabin.

Anggota DPRD Labura Ismarlin saat dikonfirmasi Waspada, Sabtu (20/2) mengatakan, kemarin malam kayu ilegal logging ditangkap lepas oleh pihak kehutanan, mungkin mereka damai ditempat, cuma dua batang kayu olahan dibawa pihak kehutanan untuk barang bukti.

“Kayu ditangkap dekat tangkahan Pantai I Desa Kuala Beringin. Saat pihak kehutanan masuk ke TKP menjemput kayu tersebut, dipalangkan pemain kayu itu mobil truk bermuatan sawit di badan jalan”, katanya.

Sambungnya, kayu bahan jadi berkisar 5 ton, ditangkap pada Rabu malam. Kayu dibawa kehutan cuma 2 batang, pura pura saja dibawa mereka, saya sempat mengomentari kehutanan dengan nada “nampak kali orang bapak lapan enam, namun pihak kehutanan menyangkal itu”.

Selanjutnya, setelah mobil pihak kehutan meninggalkan lokasi, truk sawit dipalangkan di badan jalan yang tidak jauh dari rumah saya tak berapa lama pergi.

“Saya lihat pemain ilegal logging turun ke TKP, makanya kayu tidak disita. Namun pihak kehutanan minta tolong pada saya jangan memposting penangkapan tersebut di Medsos”, ujarnya.

Anggota DPRD dari Fraksi PKB itu menjelaskan, kayu ditangkap ditangkahan si Eman, memang beberapa hari yang lalu mereka menghubungi Kades dengan alasan kayu untuk masjid.

“Mana mungkin keseluruhan kayu untuk membangun masjid, sementara pembangunan masjid sudah selesai. Itu jelas kayu dari kawasan hutan Desa Kuala Beringin, sudah saya sampaikan pada kehutan setiap malam Rabu, Kamis dan Jumat pasti keluar kayu ilegal logging”, cetusnya.

Dengan tegas Ismarlin mengatakan, kehutanan itu harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya melihat survey dan pura-pura ditangkap kayunya setelah itu pulang yang terindikasi damai ditempat.

Pemilik tangkahan Eman saat dikonfirmasi Waspada via seluler mengatakan, tidak pernah kayu kami ditangkap pihak kehutanan, mana pernah ditangkap mobil kami.

“Memang ada datang orang pihak kehutanan kemari, kayu ditangkap bukan di atas truk, tapi masih di pinggir sungai Pantai I Desa Kuala Beringin. Karena kayu untuk masjid, ramai ramai masyarakat mengangkatnya dengan cara memikul. Barang bukti diminta pihak kehutanan pada panitia masjid cuma dua batang dan kalau lebih tidak dikasih”, katanya.

Sementara Dinas Kehutanan KPH Wilayah V Aekkanopan belum berhasil dikonfirmasi karena kantornya tutup. (c04/B).

Keterangan Gambar :

1. KANTOR Dinas Kehutanan KPH Wilayah V Aekkanopan di Jalan M. Siddik Aekkanopan. Waspada/Rifiq Syahri.

2. MOBIL doable cabin pihak Dinas Kehutanan Wilayah V Aekkanopan saat membawa dua batang kayu olahan dugaan ilegal logging di Desa Kuala Beringin. Waspada/Ist.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2