Waspada
Waspada » Ibu-Ibu di Ajibata Jadi Pemecah Batu
Sumut

Ibu-Ibu di Ajibata Jadi Pemecah Batu

Dampak Covid-19, Ibu-ibu di Ajibata terpaksa banting setir menjadi pemecah batu. Waspada/Ramsiana Gultom

AJIBATA (Waspada) : Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 saat saya tiba di ujung Pantai Long beach Ajibata, Kab. Toba, Sabtu (9/5). Tepat di bibir pantai Hotel Aek Jordan, saya melihat beberapa orang ibu ibu sedang asyik bersenda gurau sambil memecah batu.

Mereka adalah kaum ibu yang sumber mata pencahariannya hilang akibat dampak Covid-19. Sebelumnya, mereka bekerja sebagai buruh tani dan sebahagian lagi pelaku usaha pariwisata berupa pedagang jajanan dan penyewa pondok bagi para pengunjung.

Mereka terpaksa banting setir menjadi pemecah batu demi bertahan hidup di masa sulit ini.

Seperti dituturkan Ros Juita br Pasaribu, 50. Suaminya sebelumnya hanya pekerja bangunan sedangkan dirinya hanya seorang buruh tani.

Semenjak pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk tinggal di rumah, suaminya terpaksa kehilangan pekerjaannya. Proyek bangunan yang selama ini sumber penghasilan utamanya menjadi hilang.

“Suami tak kerja lagi karena sudah tak ada proyek, saya juga tak punya penghasilan karena yang punya ladang tak lagi mampu menggaji. Sementara di rumah kami ada tujuh orang yang harus makan setiap harinya,” tuturnya.

Ros pun bersyukur masih ada lowongan pekerjaan di Hotel Jordan, meski hanya memecah batu.

“Bersyukur masih ada lapangan kerja seperti ini, setidaknya hasil setiap hari bisa membeli kebutuhan hidup sehari hari. Meski uang yang kita dapat tidak seberapa,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Elina br Gurning, 48. Hidup sebagai janda selama 21 tahun dengan lima orang anak tentu tak mudah baginya melalui masa sulit ini. Tiga orang anaknya masih duduk di bangku sekolah, sementara penghasilannya sebagai penyewa tenda biru di Long Beach Ajibata benar benar hilang.

“Sebenarnya kami ini sudah mengalami masa babak belur di pariwisata ini. Sejak kapal KM Sinar Bangun tenggelam dua tahun lalu, pengunjung sudah mulai sepi. Kondisi semakin parah pasca corona ini datang. Tak satupun lapak yang terjual, bahkan kita diminta tutup total,” tuturnya.

Untuk bisa bertahan hidup maka terpaksa mengambil alih pekerjaan menjadi pemecah batu.

“Segeralah berlalu corona ini supaya kami bisa kembali bebas mencari nafkah. Jika kondisinya masih sama hingga satu bulan ke depan, keuangan kami pasti semakin memprihatinkan,” kata nya sedih.

Di tempat yang sama, Romasi Muniati br Purba, 54, pemilik Hotel Jordan mengaku prihatin dengan hancurnya keuangan sebahagian warga Ajibata saat ini.

Niatnya untuk membantu hanya bisa dengan mempekerjakan ibu ibu yang mau memecah batu di lokasi pantai miliknya.

“Kebetulan kita ada rencana mau membangun dan menambah beberapa kamar hotel. Tadinya mau membeli batu dari luar, namun karena mereka butuh pekerjaan, kami memutuskan menerima mereka bekerja di sini,” terang Romasi.

“Ini menjadi jalan kita menolong mereka. Hasilnya, satu ember saya bayar Rp. 7.000, sementara kalau saya beli dari luar, 1 pick up batu hanya Rp. 250.000. Secara matematika sebenarnya saya merugi, tapi jujur, saya bangga mereka bekerja di sini, karena mereka tidak malu mengerjakan pekerjaan ini,” puji Romasi.

Berdasarkan keterangan Romasi, mereka mulai memecah batu sejak minggu lalu dengan jumlah pekerja berkisar 20 orang setiap harinya. Dengan bekerja seharian, mereka bisa menghasilkan 6-9 ember setiap harinya.

“Biasanya mereka ramai, tapi karena hari ini Pekan di Ajibata, sebahagian ada yang belanja. Setiap hari kita sediakan sarapan pagi, makan siang dan snack. Dan mereka bekerja mulai jam 9 pagi hingga pukul 5 sore,” paparnya.

“Saya bangga melihat kerja keras mereka di situasi seperti ini. Mereka masih bisa bersyukur dan tertawa, meski sesekali percikan batu mengenai wajah dan tangan mereka. Itulah kegigihan para boru Batak ini,” pungkas Romasi.

Sore itu senja mulai merona, warna kuning keemasan itu pecah dihempas ombak Danau Toba. Mereka mulai bergegas meninggalkan pantai dengan sejumlah uang hasil kerja seharian. Masih ada senyuman manis di sudut bibir mereka.(a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2