Pagi cerah di pinggir pantai yang indah. Murid-murid SD Negeri 4 Desa Pulau Friwen, Kecamatan Weigo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, didatangi orang-orang yang tidak pernah mereka kenal.
Awalnya mereka mengira itu wisatawan luar daerah yang hendak mengeksplore panorama indah Raja Ampat. Nyatanya, Kepala Sekolah mengenalkan bahwa abang dan kakak ini akan berada sepekan di Friwen. Menggantikan para guru mengajar di kelas.
“Itu ibu guru pakai penutup kepala dan kacamata di atasnya, beta suka. Torang mau dia jadi guru di kita torang punya kelas,” kata Simon sembari menunjuk Mardiani Putri Harahap yang akrab disapa Puput.

Ternyata, Puput bersama teman-temannya berada di Friwen dalam rangka mengikuti program pengabdian “Ekspedisi Sapa Papua” yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkolaborasi dengan Yayasan Arah Pemuda Indonesia.
Bersama relawan lainnya, Puput berada di Friwen sejak Senin (06/05/2024) sampai Senin (13/05/2024). Program ini menitikberatkan pengabdian pada dunia pendidikan, dengan konsep menyenangkan bagi anak murid SDN 4 Friwen.
Memulai hari pertama pengabdian, Puput dan teman-temannya mengajar di enam kelas yang raya-rata jumlah muridnya lima orang. Mengenalkan diri sebagai Ibu Guru Harahap, ia berupaya beradaptasi dengan lingkungan kelas.
Mengakrabkan diri dengan murid-muridnya, Puput memulai pelajaran dengan melukis, mewarnai dan bahkan menyanyi. Setelah itu dilanjutkan dengan pelajaran membaca dan menulis.

Sebelum pulang sekolah, Puput membuat janji dengan murid-muridnya agar nanti sore berkumpul di pinggir pantai. Sedangkan ia pulang istirahat sebentar ke rumah penduduk yang menjadi tempat tinggal sementara.
Sorenya, Puput menikmati panorama laut Raja Ampat. Bersama anak-anak pedalaman Papua Barat, mandi-mandi di pantai dan swafoto di hamparan pasir putih. Keakraban terjalin erat dalam sehari.
Hari kedua dan berikutnya berjalan seperti biasa. Hubungan ceria anak-anak Desa Friwen dengan para relawan semakin erat. Bahkan dengan masyarakat setempatpun para relawan ini dengan mudahnya menyatu.

Tiba satu waktu, hubungan yang hampir tiada jarak itu tak sengaja menyibak informasi siapa ibu dua anak ini sebenarnya. Saat menunjukkan foto-foto keceriaan bersama muridnya, di galeri HP terlihat foto Puput berseragam Polisi.
Murid-murid bertanya, “Ibu Guru, Polisi kah ?”. Puput tidak bisa berbohong kepada anak-anak yang mulai melekat rasa kasih sayang di hatinya itu. Iapun mengakui dan ternyata mereka tidak ada masalah. Justru murid bernama Simon bercita-cita jadi Polisi.
“Saya sembunyikan identitas Polisi, karena masih dibayangi perasaan tentang keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Papua. Padahal tempat kami itu aman-aman saja, tapi waswas itu masih ada,” kata Puput.

Mardiani Putri Harahap atau Puput, adalah seorang Polisi Wanita (Polwan) berpangkat Brigadir di Polres Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dan bertugas sebagai Bintara Seksi Humas. Punya dua anak bersama suami tercinta yang juga seorang Polisi.
Dia satu-satunya Polisi yang ikut pengabdian di “Ekspedisi Sapa Papua’. Menjadi satu dari dua utusan Provinsi Sumatera Utara. Berada sepekan di Friwen, banyak kenangan yang tak terlupakan.
Mengenang kedekatan dengan anak-anak dan warga Desa Pulau Friwen, masih sering membuatnya meneteskan air mata. Meski sudah kembali berkumpul dengan keluarga dan bertugas di Polres Padangsidimpuan, namun hati dan perasaan masih terpaut di Friwen.
Brigpol Puput sangat berterimakasih kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dudung Setyawan. Karena telah memberi kesempatan mengabdikan diri di Papua. WASPADA.id/Sukri Falah Harahap
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.