Scroll Untuk Membaca

Sumut

HKTI Deliserdang Berikan Rapor Merah “Dinasti Tambunan”

Ketua HKTI Deliserdang Erwin Ramadani saat mengggelar aksi demo di MK beberapa waktu lalu. (Waspada/ist)
Ketua HKTI Deliserdang Erwin Ramadani saat mengggelar aksi demo di MK beberapa waktu lalu. (Waspada/ist)
Kecil Besar
14px

DELISERDANG (Waspada): Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Deliserdang merespon akan majunya kembali “Dinasti Tambunan” dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Deliserdang 2024 dengan memberikan rapor merah yang kurang lebih 20 tahun memimpin Kabupaten Deliserdang.

“Tidak ada yang dibanggakan masyarakat Deliserdang kepemimpinan “Dinasti Tambunan”, HKTI Deliserdang memberikan rapor merah untuk kepemimpinan baik yang lalu dan yang akan datang dengan berbaris track recordnya. Dan itu hasil diskusi pada waktu lintas ormas di bulan Ramadhan kemarin,” kata Ketua HKTI Deliserdang Erwin Ramadani, kepada Waspada, Minggu (28/7).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

HKTI Deliserdang Berikan Rapor Merah "Dinasti Tambunan"

IKLAN

Erwin yang saat dimintai tanggapannya bila mayoritas partai mendukung dr Asri Ludin Tambunan (Aci) Kadiskes Deliserdang anak almarhum Amri Tambunan Bupati Deliserdang 2 periode, juga merupakan keponakan dari Ashari Tambunan, Bupati Deliserdang dua periode sejak tahun 2014 hingga 2023, apakah ini representasi masyarakat Deliserdang masih menginginkan Deliserdang dipimpin keluarga Tambunan. Erwin menegaskan tidak representasi, bahkan bila nanti terjadi dr Aci melawan kotak kosong, pihaknya akan membuka posko pemenangan kotak kosong. “Tidak hanya siap mengkampanyekan. Kita akan siapkan posko posko di Desa,” tegasnya.

Erwin pun berharap banyak agar partai politik memberikan demokrasi yang sehat di Kabupaten Deliserdang. “Partai-partai harus melihat elektabilitas dari rakyat, walaupun kita tau semua ada di keputusan level pusat. Sehingga harapan kita masyarakat, partai memberikan demokrasi yang sehat. Dan partai partai bisa melihat dari berbagai media sosial, bahwa masyarakat sudah mulai jenuh dengan kepempimpinan dinasti yang jauh dari harapan rakyat, 20 tahun memimpin masih meninggalkan segudang masalah dan keterpurukan prestasi terutama masalah agraria,” ungkapnya. (a16/a01).

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE